
Bungo, redaksimedimas.com – Bupati Bungo H Mashuri bersama sejumlah kepala daerah menandatangani nota atau memorandum of understanding (MoU) dengan mitra usaha terdiri dari empat perusahaan bersama dengan Kemendes PDTT di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (8/3).
Empat perusahaan itu adalah PT Kirana Megatara, PT Nusantara Coffe, PT PPI dan PT Rajafarm. Penandatangan ini selaras dengan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, yang satu diantaranya adalah membangun dari desa ke kota, yang diimplementasikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Bungo dengan program Gerakan Dusun Membangun (GDM).
Program ini disambut baik oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia yang ditandai dengan penandatangan naskah kesepahaman kemitraan Program Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades). Prukades ini diyakini bakal mampu membantu menyerap tenaga kerja. Ini disampaikan Menteri Desa, Mendes PDTT, Eko Sandjojo saat menyaksikan MoU antara Kementeriannya, kabupaten kota dan perusahaan itu.
“Mereka menandatangani di 200 lebih kerjasama Prukades. Investasinya sekitar Rp47 triliun. Kerjasama ini akan menyerap tenaga kerja hingga 10 juta jiwa tenaga kerja jika semua kerjasama itu mulai berjalan,” ujar Eko Sandjojo di Jakarta, Kamis (8/3/2018).
Baca: Di Pujasera, Bawang Goreng pun Dibawa Kabur
Menurutnya, Kemendes PDTT terus menggalang berbagai pihak untuk terlibat aktif dalam pengembangan program Prukades dalam rangka percepatan pembangunan kawasan perdesaan dan penguatan perekonomian masyarakat desa dan daerah. Eko menjelaskan bahwa model kerja samanya tersebut antara antara kementerian terkait, dunia usaha, pemerintah daerah dan perbankan.
Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa tujuan pengembangan Prukades yakni meningkatkan pemasaran produk unggulan desa, meningkatkan produktivitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), meningkatkan produktivitas komoditas pertanian, meningkatkan produktivitas lahan perdesaan.
Usai acara, Bupati Bungo Hamas mengatakan, MoU ini diharapkan bisa menjadi salah satu langkah peningkatan pendapatan masyarakat desa. Tak hanya itu, langkah ini juga bisa meningkatkan pendapatan asli desa ataupun peningkatan PDGB daerah.
“Ini selaras adengan nawa cita pak presiden, kita dengan GDM. Ini program untuk memajukan desa dengan menciptakan produk unggulan desa. Mudah-mudahan langkah ini bisa membawa dampak yang baik menuju Bungo Maju dan Sejahterqa (Master),” tutup Mashuri.(RM-hmsbgo)






