
Batang, medianasional.id
Mungkin sudah menjadi kebiasaan sejak kurang lebih 7 tahun dibuka setiap kali musim mudik tiba, bahwa di Posko Mudik Dinas Perhubungan Kabupaten Batang selalu ramai oleh para pemudik.
Namun musim pemudik di tahun ini sangat berbeda sekali dengan tahun – tahun sebelumnya, pada musim mudik kali ini para pengguna jalan yang melintas di jalur pantura Batang mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan jumlah pemudik yang singgah di Posko Dinas Perhubungan Kabupaten Batang dikarenakan adanya jalur bebas hambatan/Tol, sehingga para pemudik yang menggunakan mobil di arahakan ke jalur tol.
Berdasarkan data pada Dinas Perhubungan pada tahun 2019 tercatat H -7 pemudik yang singgah hanya 700 orang, kalau tahun 2018 tercatat lebih dari 3.000 pemudik yang melewati Jalur Pantura Batang singgah di Posko Mudik dan Rest Area di Dinas Perhungungan Kabupaten Batang.
“Ini Posko yang di buat Pemkab Batang setiap tahun, Sebagai kepala daerah saya mempunyai kewajiban untuk melihat kondisi dan perkembangan,” ucap Bupati Batang Wihaji di sela – sela kunjunganya Selasa, (4/6/19).
Bupati Batang Wihaji juga menambahkan, bahwa posko mudik terpadu yang di adakan oleh dinas perhubungan setiap tahun memberikan layanan gratis yang lengkap dengan fasilitasnya. Di antaranya cek kesehatan gratis, layanan informasi, Hotspot area, Makan minum gratis, parkir gratis, hiburan karoke dan piijat gratis bagi para pemudik.
Disamping itu Pemerintah Kabupaten Batang juga menjalin kerjasama dengan instansi lainya yang memuka posko terpadu seperti di posko jalur Tol dan jalur pantura, yang di lengkapi dengan rumah sakit mini. Dengan membentuk tim jemput bola dengan ambulance level tiga atau emergency medical services.
“Ambulan dari RSUD kita siapkan di posko – posko mudik terpadu untuk di jadikan rumah sakit mini. Karena peralatan medis untuk penanganganan ke gawat daruratan kita siapkan berikut Medisnya dan paramedisnya,” beber Wihaji.
Lebih lanjut Wihaji mengatakan bahwa guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat dalam bidang kesehatan, sesuai dengan perintah Menteri Kesehatan Republik Indonesia di setiap posko mudik harus ada tim kesehatanya.
“Bagi masyarakat ataupun pemudik yang mengalami sakit, pihak RSUD Kalisari Batang dan RSUD Limpung siap 24 Jam untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik. Kita juga sudah menjadwalkan petugas Puskesmas bergantian berjaga di posko – posko terpadu,” ucap Bupati Batang Wihaji.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiono menjelaskan, Pemkab Batang pada musim mudik kali ini di jalur pantura tidak seramai tahun sebelumnya, bahkan di rest area atau posko mudik Dinas Perhubungan ada penurunan yang lumayan drastis. “Kalau dulu lebih 3.000 pemudik yang singgah di Posko Mudik kami, Namun tahun ini, berbeda jauh yakni dari H-7 sampai sengan H-1 hanya 75 orang pemudik yang singgah setiap harinya, ” jelas Murdiono.
Dengan di fungsikanya jalan tol sangat membantu sekali petugas kami, karena sedikit lega dan tidak sesibuk tahun lalu yang yang harus standbay dinjalan ikut mengatur lalu lintas dan semoga saja ada penurunan angka kecelakaan yang signifikan.
” Posko mudik Terpadu lebaran 1440 H/2019 Pemkab Batang membuka lima posko, yakni dilajur pantura ada dua posko dan selebihnya di jalur tol,” Pungkas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiono.
Reporter : Puji_L






