Tusri : “Sekarang SPBU Air Punggur Telah Beroperasi Kembali Seperti Sebelumnya”

MUKOMUKO, medianasional.id – Akibat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kabupaten Mukomuko memiliki hutang sebesar Rp 2,2 milyar kepada pihak Bank Repupblik Indonesia (BRI) dan pihak lainnya, pada masa kepemimpinan priode sebelumnya, mengakibatkan SPBU Air Punggur nyaris di lelang. Dan terlepas dari ancaman tersebut, dimasa kepemimpinan Tusri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut BUMD tersebut. Yang pada akhirnya SPBU Air Punggur kembali beroperasi seperti sebelumnya. Perihal tersebut berdasarkan klarifikasi yang diungkapkan Tusri. “Sekarang SPBU Air Punggur telah beroprasi kembali seperti biasanya,” ungkap Tusri.
Menurur Tusri, semenjak dirinya ditunjuk sebagai pihak pengelola SPBU dibawah naungan PT. Mukomuko Maju Sejahtera (MMS) itu, lebih kurang setahun yang lalu. BUMD dimaksud baru mendapatkan penyertaan modal dari Pemeritah Kabupaten (Pemkab) setempat, tepatnya pada bulan Mei tahun 2018 ini. Yakni sebesar Rp 500 juta, yang dinyatakan Tusri, dana tersebut sangat tidak mencukupi. Namun ia berfikir dengan tetap berusaha tentunya akan mendapatkan penghasilan.
Dijelaskannya, untuk diketahui sebagai gambaran sejak serah terima setahun yang lalu, kondisi BUMD yang diterimanya dalam kondisi yang bisa dikatakan “kolep”, disebabkan mengalami kekosongan dana kas. Sementara hutang perusahaan terhadap pihak kedua, yang haru dibayar berjumlah sebesar Rp 2,2 milyar. Diantaranya, kepada BRI berjumlah Rp 1,9 milyar dan pihak lainnya Rp 300 juta. Sementara hutang tersebut setiap bulan mesti dan harus diangsur dengan jumlah Rp 35 juta per bulannya. Kalau tidak dilakukan pembayaran secara rutin, maka SPBU Air Punggur tersebut, akan dilelang.
“Kalau tidak dilakukan pembayaran setiap bulannya, maka SPBU Air Punggur itu akan dilelang. Karena kredit kita ini sudah masuk dalam katagori kredit macet, dengan catatan perhatian khusus. Kalau kita tidak ikut menyelamatkan aset Pemkab ini, sungguh sangat disayangkan. Selama 1 tahun kami mempertahankan SPBU Air Punggur tersebut, supaya terlepas dari jeratan akan dilelang. Walaupun penyertaan modal baru kami terima pada bulan Mei 2018 kemaren, akan tetapi saya tetap akan berkerja dengan sebaik-baik mungkin. Mari kita membangun kabupaten Mukomuko ini, dalam segala hal yang positif,” tutup Tusri, Rabu (06/06) melalui situs whatsapp.(Aris)



