KENDAL– medianasional.id- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Kendal memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan penyaluran Kartu Tani sebagai kartu perbankan bagi petani. Sinergi tersebut dilakukan guna mendukung distribusi pupuk bersubsidi yang lebih tepat sasaran berdasarkan data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).
Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Kartu Tani dan Optimalisasi Penerima Pupuk di Titik Serah (PPTS) yang digelar di Kabupaten Kendal, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, PT Pupuk Indonesia, BRI Regional Office Semarang, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta kelompok tani.
Group Head Social Entrepreneurship and Incubation (SEI) Division Kantor Pusat BRI, Evi Sulistyowati, turut hadir bersama para pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan layanan kepada petani melalui pemanfaatan Kartu Tani dan digitalisasi layanan perbankan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dewi Apriliani, mengungkapkan bahwa lebih dari 17 ribu Nomor Induk Kependudukan (NIK) petani yang tercatat dalam e-RDKK tidak melakukan penebusan pupuk bersubsidi sepanjang 2025. Data tersebut menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan e-RDKK berikutnya.
“Namun kami tidak serta-merta menghapus data tersebut. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengetahui penyebabnya, apakah petani sudah berganti profesi atau ada alasan lain. PPL bersama perangkat desa akan melakukan verifikasi dan tindak lanjut,” ujar Dewi.
Ia menjelaskan, hingga saat ini realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Kendal mencapai 40,21 persen untuk pupuk urea, 47,75 persen untuk pupuk NPK, dan 52,25 persen untuk pupuk organik. Capaian tersebut dinilai masih optimal karena sebagian wilayah belum memasuki musim tanam.
Menurut Dewi, komunikasi yang intensif antarinstansi perlu terus diperkuat mengingat adanya potensi perubahan regulasi dari pemerintah pusat terkait tata kelola pupuk bersubsidi.
“Komunikasi yang intens harus terus dilakukan agar setiap perubahan kebijakan dapat dipahami bersama dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan. Penebusan pupuk kini juga semakin mudah karena petani dapat menggunakan KTP sehingga pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani yang berhak,” katanya.

Sementara itu, Manajer Bisnis Mikro BRI Kantor Cabang Kendal, Dian Ekowati, menegaskan BRI berperan sebagai mitra pemerintah dalam menyalurkan Kartu Tani sekaligus memperluas akses layanan perbankan bagi petani. Seluruh proses penerbitan kartu dilakukan berdasarkan data yang diterima dari Kementerian Pertanian.
“BRI hanya berperan sebagai penyalur Kartu Tani melalui unit kerja BRI di setiap kecamatan sesuai data dari Kementerian Pertanian. Setelah data kami terima, rekening petani dibuat melalui sistem BRI, kemudian kartu diterbitkan dan disalurkan langsung kepada pemiliknya. Kartu Tani ini gratis tanpa biaya administrasi dan tidak dapat diwakilkan karena memuat data pribadi,” tegas Dian.
Melalui kolaborasi tersebut, BRI berharap pemanfaatan Kartu Tani semakin optimal sehingga penyaluran pupuk bersubsidi menjadi lebih transparan, akurat, dan tepat sasaran. Sinergi antara perbankan, pemerintah, PT Pupuk Indonesia, serta penyuluh pertanian juga diharapkan mampu mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Kendal.(*)




