Begini Jawaban Pemilik Lahan Tambang di Dlingo yang Dianggap Resahkan Warga

DI.Yogyakarta113 Dilihat

Bantul, medianasional.id – Dugaan penambangan galian C di Klepu Kalurahan Temuwuh Kapanewon Dlingo yang kini hangat jadi bahan perbincangan warga.

Pemilik lahan, Arifin kepada awak media menceritakan, “sebetulnya kita bukan melakukan tambang yang dijual ke luar, namun karena ingin membuatkan rumah anak, sedangakan rencana lokasi pembuatan rumah tanahnya miring dan ledokan maka harus dilakukan pengurukan terlebih dahulu, sedangkan kita juga punya lokasi tanah yang agak tinggi, jadi kami berinisiatif untuk minta tolong meratakan tanah yang posisi tinggi dan sekaligus untuk mengurug lahan calon rumah,” jelasnya. Senin (22/09).

“Selain nanti bila calon lokasi rumah sudah penuh tanah urug akan digunakan untuk menimbun di sebelah barat masjid, sehingga posisi bangunan masjid tidak terlalu mepet dengan tebing”, katanya.

“Kalau zaman simbah simbah ya meratakan lahan cukup dengan manual, kalau jaman sekarang kan sudah zaman kemajuan, apa apa pakai alat yang tujuannya agar lebih cepat dan hemat biaya, karena kalau sekarang manual pakai alat tradisional kayaknya ngga mungkin, maka dari itu saya menyewa alat berat untuk mempercepat pekerjaan saya,” tambah Arifin.

“Sebelum melakukan aktifitas saya juga sudah minta izin ke pak RT 04 dan ketua RT 05, bahkan pak dukuh juga, dan mereka juga mengizinkan karena ini sifatnya untuk kepentingan warga sendiri”, jelas Arifin.

Di tempat terpisah Riyanto ketua RT 05 mengatakan, “Memang benar pak Arifin sebelum melakukan aktifitas, sudah minta izin kepada saya karena saya yang dituakan di RT 05, dan selama aktifitas warga juga tidak ada yang mengeluh dan terganggu”, ungkap Riyanto saat ditemui awak media.

Ia juga menambahkan, “lah yang mempunyai keperluan ini kan warga kita sendiri mosok ya nggak boleh, sedangkan pak Arifin ini juga telah mewakafkan sebagian tanahnya untuk pembangunan masjid. Sedangkan
armada yang digunakan hanya ada dua Dump truk, jadi tidak mengganggu, sedangkan kondisi jalan sebelum ada kegiatan ini juga memang sudah rusak,” tambahnya.

Gunawan Selaku pemilik alat dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, “Saya hanya menjual jasa meratakan dan pengurukan, jadi saya bekerja ya sesuai perintah dari konsumen, sedangkan untuk tanah urug tidak ada yang di jual sama sekali, selain dari tokoh masyarakat juga sudah memperbolehkan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses