Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo: Angin Segar bagi Pengayuh Becak Lansia untuk Tetap Produktif

KENDAL- medianasional.id- Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dukungan diberikan kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk para pengayuh becak lanjut usia yang masih aktif bekerja di sektor informal.

Program bantuan becak listrik menjadi wujud nyata perhatian Presiden Prabowo terhadap pelaku transportasi tradisional agar tetap memiliki sarana kerja yang efisien, manusiawi, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Hingga tahun 2025, pemerintah menargetkan penyaluran 10.000 unit becak listrik, dan program ini akan berlanjut hingga tahun 2030 dengan total sekitar 20.000 unit.

Melalui penyediaan moda transportasi yang ringan dioperasikan serta dilengkapi pendampingan teknis, pemerintah memastikan para penerima manfaat dapat menjaga keberlanjutan pendapatan, meningkatkan produktivitas, dan tetap mampu bersaing di tengah perubahan pola mobilitas masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya menyediakan sarana pendukung usaha, tetapi juga mendorong transformasi sosial ekonomi yang memperkuat kemandirian para pelaku transportasi rakyat.

Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi berbagai pihak agar penyaluran berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) berperan sebagai fasilitator utama yang memastikan koordinasi efektif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra pelaksana. Sementara itu, Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) bertanggung jawab atas pendataan, verifikasi, pelatihan teknis, hingga penyerahan unit kepada penerima manfaat.

Unit becak listrik yang diberikan merupakan bantuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui YGSN. Proses penyaluran di lapangan difasilitasi oleh BP Taskin dengan dukungan pemerintah daerah hingga ke tingkat penerima manfaat, yakni para pengemudi becak lansia. Sebelum menerima unit, mereka diwajibkan mengikuti pelatihan tentang penggunaan, perawatan dasar, serta prosedur pengisian daya agar becak listrik dapat dimanfaatkan dengan optimal.

Kegiatan penyaluran di wilayah Kabupaten Kendal dilaksanakan pada Selasa (11/11/2025) di Pendopo Tumenggung Bahurekso. Sebanyak 140 pengemudi becak lanjut usia menerima unit becak listrik setelah melalui proses verifikasi berlapis guna memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh mereka yang masih aktif bekerja.

Dalam laporan kegiatan, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Firman Dahlan, menyampaikan bahwa target bantuan ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat kecil. “Bapak Presiden Prabowo selalu menekankan pentingnya tanggung jawab sosial agar rakyat kecil terus merasakan kehadiran negara di sisi mereka,” ujarnya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pelaku transportasi tradisional. Ia berharap bantuan ini mampu membantu penerima mempertahankan sumber penghidupan mereka. “Rawat dan manfaatkan becak listrik ini dengan baik sebagai amanah dari Presiden. Dan kepada seluruh OPD serta masyarakat, mari bersama mengawasi agar bantuan digunakan sesuai peruntukannya,” pesan Dyah.

Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (Taskin), Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses, Novrizal Tahar, menegaskan bahwa program becak listrik bukan hanya memberikan alat kerja, tetapi juga membangun kapasitas penerima melalui pelatihan dan pendampingan. “Kami ingin memastikan bantuan ini tidak berhenti pada penyerahan unit, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan penerima,” katanya.

Becak Listrik Bantu Pengayuh Tua Tetap Mengayuh Rezeki

Sementara itu, rasa haru dirasakan Ruslan, warga Karang Anom, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, usai menerima bantuan becak listrik dari pemerintah. Lelaki yang telah menjadi pengayuh becak sejak tahun 1976 itu menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungan terhadap para pekerja kecil seperti dirinya.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Presiden Prabowo atas bantuan becak listrik ini,” ucap Ruslan dengan mata berkaca-kaca. Ia mengaku kini bisa bekerja tanpa harus menguras tenaga seperti dulu, karena tenaga listrik membantu mendorong becaknya saat menempuh jarak jauh atau menanjak.

Menurut Ruslan, usia yang tak lagi muda membuatnya kesulitan mengayuh becak manual. Namun, berkat bantuan ini, ia dapat terus mencari nafkah dengan lebih ringan. “Saya sudah narik becak sejak tahun 1976. Sekarang sudah tua, kayuh kaki sudah lemah. Dengan becak listrik ini saya bisa tetap kerja tanpa ngos-ngosan,” tuturnya sambil tersenyum.

Ia berharap program becak listrik dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak pengayuh becak di berbagai daerah. “Semoga teman-teman sesama tukang becak juga bisa merasakan manfaatnya. Ini sangat membantu kami untuk tetap bertahan dan mandiri,” katanya penuh harap.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses