Kendal, medianasional.id Atap SDN 01 Sendang Dawung Kangkung Kabupaten Kendal, bolong dan nyaris ambrol, membuat siswa dan guru was- was serta khawatir. Apalagi musim penghujan segera datang, sehingga menggangu proses belajar mengajar.
Pantauan dilokasi, terlihat ruangan yang rusak parah adalah ruang kelas 5. Beberapa atap plafon di ruangan kelas itu bolong dan berlubang. Kerangka kayunya pun sudah lapuk, sehingga disangga dengan bambu di tengahnya.
Agus Santoso, salahsatu guru menuturkan, kerusakan kelas telah terjadi sejak 4 tahun terakhir ini.
“Sudah 4 tahun, kami belajar dengan kondisi seperti ini, hingga kini belum juga ada perbaikan”, terangnya.
Dikatakan Santoso, setiap terjadi hujan, kelas selalu bocor, sehingga untuk menghindari air hujan kursinya digeser-geser. Dipindah ke tengah, kebelakang, cari yang tidak bocor.
“Kursi kami geser- geser terus, cari yang tidak kena air hujan”, ungkapnya, sabtu, 14/12/19.
Budi, salah satu Wali murid mengatakan, dirinya mengaku selalu khawatir jika atap kelas sewaktu- waktu ambruk.
“Was-was, khawatir, takutnya ada plafon yang jatuh di atas anak kami, ya kami harap segera diperbaiki, agar kami tidak kawatir lagi”, ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Adib, selaku komite sekolah SDN 01 Sedang Dawung mengatakan, selain ruangan kelas 5, ada ruang kelas lain yang juga atapnya bolong dan dindingnya rusak.
“Ruang kelas lain ada yang gentengnya bocor, dan dindingnya retak- retak” terangnya.
Untuk itu, ia berharap ada tanggapan dari dinas terkait, untuk segera memperbaiki ruangan kelas yang rusak.
“Kami berharap kepada dinas terkait di Kabupaten Kendal, untuk segera memperbaiki sekolah kami. Karena di khawatirkan terjadi apa-apa terhadap para siswa, apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan,” tutupnya.
Sementara itu, Wahyu Yusuf. Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, saat dihubungi melalui telepon mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan bantuan ke Kementrian tetapi di tolak karena sekolah tersebut berpredikat Sekolah Nasional Pendidikan (SNP).
“Jadi kurang tepat, jika dikatakan kami tidak ada perhatian”, ujarnya.
Ditambahkan olehnya, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan langkah- langkah antisipasi pengamanan.
“Untuk ruang kelas yang disangga, kami akan menambahi dengan tiyang kayu yang lebih kuat, kalau untuk pembangunan renovasi kami tidak bisa serta merta membantu, karena itu harus melalui perencanaan anggaran terlebih dahulu”, terangnya.(AERO)






