AKPRIND–UNS Perkuat Kemandirian Peternak Sendangtirto Lewat Pelatihan Formulasi Pakan

DI.Yogyakarta1403 Dilihat

SLEMAN,medianasional.id – Universitas AKPRIND Indonesia (UAI) bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) terus mendorong penguatan ketahanan pangan dan ekonomi desa melalui pelatihan formulasi pakan ayam bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok peternak ayam petelur di Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Sabtu (1/8/2026).

Pelatihan ini menjadi bagian dari Program Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2026 yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Program bertajuk Model Desa Binaan Ekonomi Sirkular Terintegrasi Berbasis Peternakan, Pertanian, dan Perikanan untuk Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi Lokal diketuai Dr. Ir. Rahayu Khasanah, S.T., M.Eng. dari Universitas AKPRIND Indonesia bersama tim, serta berkolaborasi dengan akademisi Fakultas Peternakan UNS.

Materi pelatihan disampaikan Ari Kusuma Wati, S.Pt., M.Sc., dosen Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan UNS. Peserta dibekali pengetahuan mengenai penyusunan ransum ayam petelur dan ayam Elba menggunakan bahan baku lokal yang memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral.

Ketua Program, Dr. Ir. Rahayu Khasanah, S.T., M.Eng., mengatakan biaya pakan menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan sehingga kemampuan menyusun pakan secara mandiri sangat penting untuk meningkatkan efisiensi usaha.

“Kami ingin membantu peternak memahami cara menyusun pakan yang bernutrisi, aman, dan lebih ekonomis dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia. Harapannya, kelompok peternak menjadi lebih mandiri dan biaya produksi dapat ditekan,” ujarnya.

Lurah Sendangtirto, Amir Junawan, mengapresiasi kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah kalurahan dalam mendampingi masyarakat.

Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan bekal praktis bagi peternak untuk menghasilkan pakan berkualitas tanpa bergantung sepenuhnya pada pakan pabrikan.

“Semoga ilmu yang diperoleh dapat meningkatkan produktivitas ternak, menekan biaya produksi, dan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat,” katanya.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan praktik penyusunan formulasi pakan. Peserta juga berdiskusi mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam usaha peternakan sehingga solusi yang diberikan dapat langsung diterapkan di lapangan.

Salah seorang anggota KWT Mekar Rejeki mengaku kini lebih memahami fungsi setiap bahan pakan serta cara mencampurkannya sesuai kebutuhan ayam. Pengetahuan tersebut dinilai sangat membantu untuk menghemat biaya tanpa mengurangi kualitas pakan.

Melalui kegiatan ini, Universitas AKPRIND Indonesia dan UNS berharap terbangun ekosistem ekonomi sirkular yang mengintegrasikan sektor peternakan, pertanian, dan perikanan di Kalurahan Sendangtirto. Model tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi desa.(red/wid).

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses