Ada Apa dengan Seleksi Pamong Jagabaya, Selopamioro Bantul

DI.Yogyakarta2546 Dilihat

Bantul, medianasional.id – Kekosongan Pamong Kalurahan Selopamioro posisi kasi Jagabaya sudah berlangsung cukup lama, untuk mengisi kekosongan tersebut kalurahan Selopamioro memberikan kesempatan warga untuk mengikuti seleksi.

dalam penjaringan tersebut ada 7 peserta untuk mengikuiti tes seleksi, Seleksi di laksanakan Hari selasa 05 mei 2026 bertempat di direktorat pengabdian masyarakat UGM, dan pada saat itu telah di umumkan hasil tes dan peringkat pertama di raih oleh kholis Nur Rohman.

Ahmad Efendi, selaku salah satu peserta tes menerangkan bahwasanya hasil tes tersebut ada kejanggalan, merasa perslelisihan, dan dalam rekapan copyan tersebut seharunya saya di urutan pertama, mendapati kejanggalan tersebut, ia segera melaporkan ke pihak panitia, katanya.

Setelah ada aduan tersebut pihak panitia berkomunikasi dengan pihak ke tiga (UGM) sebagai pelaksana tes seleksi, kemudian di hari Rabu pukul 13:00 WIB di adakan pertemuan klarifikasi nilai hasil tes seleksi, namun dalam klarifikasi nilai tersebut bersifat tertutup hanya peserta, panitia dan penguji yang di izinkan menyaksikan.

Dari hasil klarifikasi nilai tersebut Danang Kumara Jati selaku ketua panitia mengatakan, mengatakan bahwasanya dari pembobotan tersebut terdapat satu nilai yang belum di masukkan, kepeserta yang lain, kecuali punya Ahmad Efendi, dan setelah di masukkan tidak merubah angka dan tetap Kholis Nur Rohman sebagai peringkat pertama, katanya kepada awak media, Rabu  (6/5/2026)

“Dari pihak UGM dan Panitia meminta maaf atas terjadinya zumam Eroor, dan kami juga mengapresiasi kepada pihak UGM yang berkenan menjelaskan dan datang langsung ke kantor Kalurahan,” tambahnya.

Menyikapi kejadian ini Ahmad Efendi merasa sangat kecewa, dan menyayangkan kejadian ini, “Ya kalau mau bermain itu bermainlah yang cantik,” gerutunya.

Namun meski demikian dengan sifat kesatria Ahmad Efendi bisa menerima penjelasan tersebut, dan legowo dengan kekalahannya,
Meski kesalahan kelalaian itu hal yang lumrah bagi manusia, namun, sekelas UGM kok ya masih terjadi hal seperti ini, ujarnya dengan nada kecewa.
(Wid)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses