Kampar, medianasional.id – Sikap tertutup dan sulitnya komunikasi yang ditunjukkan oleh Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kampar, Rusdi Hanif, ST, MT, menuai kritik tajam dari kalangan jurnalis. Sikap abai oknum pejabat tersebut dinilai bertolak belakang dengan semangat pelayanan publik di masa kepemimpinan Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT, dan Wakil Bupati, Dr. Hj. Misharti, S.Ag, M.Si.
Kritik tersebut salah satunya disampaikan oleh RB, seorang Kepala Perwakilan Media di Kabupaten Kampar. RB menyayangkan sikap bungkam sang pejabat saat dimintai konfirmasi mengenai infrastruktur fasilitas umum yang rusak dan mengancam keselamatan warga.
“Kami menghubungi beliau murni untuk menjalankan fungsi jurnalistik guna mengonfirmasi keluhan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. Namun, pesan konfirmasi dan bukti video yang dikirim sejak 30 Mei 2026 lalu sama sekali tidak direspons,” ujar RB dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Adapun persoalan yang hendak dikonfirmasi adalah kerusakan parit yang longsor di Jalan Agus Salim, Kecamatan Bangkinang Kota. Menurut laporan warga, dinding parit mengalami erosi parah pascabanjir deras pada bulan Mei lalu. Jika tidak segera ditangani, longsoran tersebut mengancam bangunan warung milik warga di sekitarnya yang kini posisinya sudah menggantung kritis.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh Mas Edi, warga setempat yang terdampak langsung. Ia menyebut limpasan air hujan yang terlalu deras dari area hulu memicu ambrolnya dinding pembatas parit.
“Kami sangat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar segera melakukan perbaikan tanggap darurat. Kami khawatir jika hujan lebat kembali turun, longsor akan meluas, memicu banjir susulan, bahkan berpotensi mengakibatkan kecelakaan bagi pengguna jalan di area ini,” pungkas Mas Edi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi atau tanggapan lebih lanjut dari pihak Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kampar terkait keluhan warga maupun kritik atas keterbukaan informasi tersebut.






