Mataram, medianasional NTB — Universitas Bima Internasional (UNBIM) MFH sukses menggelar prosesi Wisuda Ke-2 pada tahun 2026 ini. Sebanyak 201 lulusan resmi dilantik dalam acara yang berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur tersebut.
Pembina Yayasan Universitas Bina Mandiri (UNBIM), Assoc. Prof. Dr. Syamsuriansyah, M.Kes., melalui Rektor UNBIM, Dr. apt. Ajeng Dian Pertiwi, S.Farm., M.Farm., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan para lulusan.
“Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan sukses. Hari ini kita memwisuda 201 wisudawan dan wisudawati. Kami berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua wali yang telah sukses mengantarkan anak-anaknya hingga menyelesaikan jenjang pendidikan S1 maupun D3,” ujar Dr. Ajeng saat ditemui seusai acara wisuda.
Wisudawan pada angkatan ini berasal dari berbagai daerah, mulai dari Pulau Lombok, Pulau Sumbawa (Bima dan Dompu), Bali, hingga yang terjauh dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Lulusan yang dilantik berasal dari lima program studi unggulan, yaitu:
S1/D3 Farmasi
Teknologi Laboratorium Medis
Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
Pengolahan Arsip dan Rekaman Informasi
“Kelima prodi tersebut merupakan program studi yang sangat dibutuhkan di dunia usaha, dunia pemerintahan, dan dunia industri (DUDI),” tegas Rektor.
Guna memastikan lulusannya langsung terserap di dunia kerja, UNBIM telah membangun kerja sama strategis dengan sejumlah instansi pelayan publik dan rumah sakit terkemuka. Lulusan fresh graduate UNBIM kini telah siap diserap di RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) dan RSUP NTB.
Dukungan juga datang dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Barat yang turut hadir dalam prosesi tersebut. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menyatakan keterbukaannya untuk menampung para lulusan, khususnya profesi arsiparis, untuk mengabdi dan memperkuat tata kelola kearsipan di wilayah Lombok Barat.
Wisuda Ke-2 UNBIM ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama enam perguruan tinggi swasta (PTS) lainnya. Langkah ini menjadi bukti komitmen UNBIM sebagai pionir kolaborasi internasional di kawasan Nusa Tenggara Barat.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dihadiri langsung oleh tiga dosen internasional asal Filipina yang juga merupakan bagian dari civitas akademika UNBIM, yaitu Prof. Jurel, Dr. Mortal, dan Dr. Grace.
Rektor menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama internasional ini mencakup penguatan Tridharma Perguruan Tinggi:
Pendidikan: Mulai bulan ini, para profesor dan doktor dari Filipina tersebut akan mengajar mahasiswa UNBIM secara hibrid (online dan offline).

Penelitian (Joint Research): Akademisi dari Filipina yang memiliki reputasi publikasi internasional terindeks Scopus mengajak dosen dan peneliti UNBIM untuk melakukan penelitian kolaboratif lintas negara.
Pengabdian kepada Masyarakat: Praktik pengabdian masyarakat yang sebelumnya telah dilaksanakan UNBIM di Pantai Kuranji menjadi inspirasi bagi akademisi Filipina untuk mengadopsi model kegiatan serupa di negara mereka.
Melalui penguatan kualitas pendidikan dan jejaring global ini, UNBIM menegaskan kesiapannya untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional di bidang kesehatan, kearsipan, dan teknologi informasi.
“Dalam menjunjung visi Kemendikti Saintek mengenai ‘Kampus Berdampak’, kami ingin memberi kontribusi positif tidak hanya untuk UNBIM, tetapi juga mengajak kampus-kampus lain bersama-sama go internasional. Hal ini sejalan dengan visi NTB untuk menjadi daerah yang makmur dan mendunia,” pungkasnya.
Pihak rektorat juga berpesan agar para alumni tidak memutus tali silaturahmi dan terus membangun kolaborasi aktif melalui Ikatan Alumni UNBIM guna menghadirkan berbagai program berdampak bagi masyarakat luas di masa mendatang.






