Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, PLN Raja Ampat Ajukan Penambahan Mesin Baru

Papua315 Dilihat
Kantor PLN Raja Ampat di Waisai Raja Ampat. (Foto Zainal)

Raja Ampat, medianasional.id – Sering padamnya lampu listrik di Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat menjadi keluhan sejumlah warga yang berada di daerah setempat.

Kepada media nasional seorang warga berinisial, MAB menyampaikan kekecewaannya terkait persoalan padamnya lampu listrik yang sering terjadi di waisai.
Pasalnya, kata MAB, dengan padamnya lampu listrik membuat pekerjaan yang berhubungan dengan listrik menjadi terhambat.

“Saya kecewa dengan pelayanan PLN, karena hampir semua pelanggan sudah memakai sistem prabayar,”ungkap MAB,saat wawancara, di salah satu kedai kopi di Waisai, Rabu (3/10) pukul 15:59 WIT.

Ia mengaku,ada beberapa peralatan elektronik miliknya rusak akibat peristiwa tersebut.

“Seharusnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Waisai Raja Ampat lebih optimal lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.

Usai wawancara dengan MAB, media ini menyambangi kantor PLN Raja Ampat,di Waisai. Koordinator jaringan PLN Raja Ampat, Andi Hartanto saat dikonfirmasi menyampaikan, terkait
pemadaman lampu listrik secara bergiliran dikarenakan ada beberapa mesin PLN mengalami gangguan (trouble) mesin.

“Dari tujuh mesin yang ada,hanya lima mesin yang bisa maksimal beroperasi,sementara dua lainnya ada gangguan,” beber Andi, kepada media ini di kantornya.

Dikatakannya, pelanggan PLN di Waisai Raja Ampat jumlahnya sudah mencapai tiga ribuan lebih. Agar maksimal menurutnya perlu adanya penambahan mesin baru.
Agar mengurangi defisit daya listrik di wilayah Waisai Raja Ampat, lanjut Andi, pihaknya sudah mengajukan untuk penambahan mesin pembangkit listrik yang baru ke manajemen area Sorong.

“Karena kami masuk dalam area Sorong, untuk kepastian bertambahnya mesin untuk PLN Raja Ampat, masih menunggu jawaban dari pihak manajemen PLN area Sorong,” pungkasnya.

Reporter : Zainal

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses