
Tanggamus, medianasional.id – Seorang warga Tanggamus bernama Redi mengeluhkan pengajuan Subsidi yang diberikan dari pihak Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kota Agung atas nama Samin yang di ACC setengah bulan lalu ternyata hanya bualan semata. Faktanya, pengajuan Subsidi PLN tersebut sudah dipindah alihkan ke nama lain tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Redi.
Berawal ketika Redi mengajukan Subsidi PLN dengan nama Samin (mertua Redi), lalu Redi diminta membayar Rp 75.000 untuk biaya administrasi, dan sudah di acc. Namun setelah 2 minggu Ia mengisi pulsa token listrik pemakaiannya tidak dikenakan subsidi, alhasil baru dua kali pengisian token balik seperti pemakaian awal, baru ketahuan dari pihak Redi setelah pengisian token selanjutnya.
Redi selaku kepala biro media nasional konfirmasi kepada pihak ULP PLN Kotaagung yang ditemui Cahyono dan Eko, Ketika ditanya terkait subsidi “palsu” tersebut mereka jawab sudah dipindah alihkan dengan Nama Kepala penerima ID BDT (Basis Data Terpadu).
Redi pun merasa telah dipermainkan pihak ULP, karena sebelumnya mereka menerima pengajuan subsidi atas nama Samin, tapi kenyataannya dialihkan ke nama orang lain tanpa pemberitahuan kepada pihak Redi yang sebelumnya sudah mengajukan subsidi.
“Dengan cara seperti ini pihak ULP tidak transparan terhadap pelanggan, baru kemarin mengajukan sudah diambil alih begitu saja tanpa memberi tahu dulu kelanjutannya si penerima Subsidi seolah olah dibiarkan saja Subsidi yang baru di ajukan hilang kembali,” kata Redi.
Ternyata warga lain pun kerap mengeluhkan pelayanan ULP PLN Kotaagung yang tidak merespon keluhan pelanggan. Nurul Kurniawan warga Pekon Margo Mulyo Kecamatan Semaka, juga memiliki masalah namun dari pihak PLN tidak ada respon baik bagaimana caranya bisa menemukan solusi.
“Saya merasa dirugikan walaupun nilai materilnya tidak seberapa akan tetapi cara yang dipakai dinilai tidak mengedepankan pelanggan, seharusnya kalau memang itu mau dipindah alih kan lagi bisa dibicarakan terus terang tidak dengan cara sepihak, buat apa mengajukan kalau sistemnya masih seperti ini,” pungkas Redi merasa kesal. ( Redi)





