Warga Kaljurang, Keluhkan Mobilisasi Sampah yang Tidak di Tutup Terpal

Brebes, Jawa Tengah859 Dilihat

Brebes, medianasional.id | Warga Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes mengeluhkan Mobilisasi sampah yang tidak tertutup terpal yang menyebabkan sampah banyak yang berceceran di jalan.

 

Salah satu warga Kalijurang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, mobilisasi angkutan sampah yang tidak ditutup terpal ini menyebabkan tumpahnya sampah sehingga tercecer di sepanjang jalan menuju TPA Kalijurang.

 

Selain sampah yang tercecer, akibat keluar masuk kendaraaan pengangkut sampah juga mengakibatkan jalan banyak yang rusak menuju TPA Kalijurang, “tuturnya. 

 

Ia berharap untuk mobil pengangkut sampah agar ditutup terpal, sehingga sampah tidak berceceran dimana-mana, dan untuk sampah yang berada di TPA pun juga perlu diperhatikan, agar sampah tidak berterbangan ketika ada angin ke tanah milik warga.

 

Ia mengungkapkan, ada tanah warga dengan luas sekira 5 x 15 meter yang berimbas dari luapan sampah dari TPA dan menyebabkan pohon jati di tanah tersebut mati, sampai saat ini pemilik tanah tersebut belum menerima konpensasi.

 

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah Bumiayu, Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Pemkab Brebes, Sudrajat saat di konfirmasi awak media dikantornya pada minggu (15/07) mengatakan, terkait kendaran yang tidak tertutup terpal, pihaknya sudah menyampaikan kepada pengemudi agar mobil pengangkut sampah agar ditutup pakai terpal.

 

Menurutnya, masih ada beberapa mobil yang belum memiliki terpal, dan menyebabkan sampah  ada yang tercecer, dan untuk mengantisipasi itu, pihaknya mengintruksikan untuk mobil yang dibelakang untuk mengambil sampah yang tercecer, dan itu sudah dilakukan.

 

Terkait kerusakan jalan ia menyebutkan, bahwa bukan hanya mobilitas sampah saja, melainkan mobilitas warga dengan muatan yang lebih berat seperti pengangkutan kayu jati oleh warga yang berasal dari hutan rakyat, dan itu sudah kami sampaikan ke dinas terkait untuk diperhatikan.

 

Selanjutnya untuk mengenai dampak sampah yang masuk ke lahan warga, pertama karena faktor lahan warga dibawah TPA, kedua tidak ada tembok pembatas yang mengakibatkan sampah plastik berterbangan ketika ada angin kencang.

 

Terkait adanya pohon yang mati, pihaknya sudah komunikasi kepada pemilik lahan untuk dihitung kerugiannya, namun sampai saat ini belum menemui kami, “terangnya.

Mengenai konpensasi sudah kami sampaikan sejak tahun 2019 ke pihak desa, harus ada kajian dampak, besaran dampak, tingkatan dampak, dan sebaran dampak yang nantinyaakan diketahui terkait adanya dampak sesuai dengan hasil verifikasi di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses