Warga Desak Bupati Cabut SK Kades dan Audit Bumdes Desa Parbuluan VI Serta Tuntut Tutup PT Gruti

Dairi142 Dilihat

Dairi, medianasional.id – Berikut beberapa tuntutan warga; Menutup PT Gruti yang berada di Kecamatan Parbuluan dan Sumbul dengan beberapa alasan antara lain; Telah merusak alam karena menebang kayu alam dan menanam kopi sebagai pengganti dengan alasan penghijauan; Meminta bupati untuk mengaudit Bumdes Desa Parbuluan VI, dan mencabut izinnya, dan Mencabut SK Kepala Desa dan beberapa perangkatnya dengan alasan telah melakukan penyalahgunaan wewenang.

“Sabam, hami ma mangalap manang tuhan Ima mangalap ho ( Sabam keluarlah kami yang jemput atau biarlah Tuhan yang jemput kamu,” teriak massa.

Demikian amarah warga kepada ketua DPRD Dairi Sabam Sirait saat Ratusan warga melakukan aksi demo menolak PT Gunung Raya Timber (PT Gruti) yang beroperasi di Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Dairi, Kamis (18/9/2025).

Dalam orasinya di depan Gedung DPRD massa meminta agar bertemu dengan Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani dan Wansep Situmorang, massa sempat berteriak-teriak keras meminta agar Sabm Sibarani keluar menemui massa.

Dengan menaiki Mobil bak terbuka dan sepeda motor ratusan massa Desa Parbuluan VI, Desa Sileuleu Parsaoran dan beberapa desa sekitar konsesi PT. Gruti melalukan konvoi hingga kantor DPRD dan Kantor Pemkab Dairi.

Di hadapan Bupati massa meminta pemerintah segera menutup PT Gruti, yang diduga telah merusak kawasan hutan dan mengganti jadi perkebunan kopi. perusahaan diduga telah melakukan penggundulan kawasan hutan yang merupakan resapan air Danau Toba. Mereka menyuarakan penutupan PT Gruti.

Tuntutan warga bukan tanpa sebab ,kehadiran PT Gruti di nilai Telah merusak alam dengan melakukan penebangankayu alam dan menggantinya dengan tanaman kopi dengan alasan untuk melakukan penghijauan.

Kemudian meminta bupati untuk mengaudit Bumdes Desa Parbuluan VI, dan mencabut izinnya, serta Mencabut SK Kepala Desa dan beberapa perangkat Desa dengan alasan telah melakukan penyalahgunaan wewenang.

Bupati Dairi, Vickner Sinaga bersama Wakil Bupati, Wahyu Daniel Sagala, Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan dan Asisten Perekonomian Jonny Hutasoit menyampaikan kepada warga akan selalu berada didepan mendampingi warga.
Dan berjanji akan melakukan berbagai upaya sepanjang masih berada di dalam koridor dan wewenangnya sebagai Bupati.

“Kita ikuti aturan hukum yang ada. Tapi apa yang bisa saya lakukan, akan saya lakukan. Yang pasti ini harus kita selesaikan,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa dirinya sudah bersurat kepada Kementerian terkait di agar tidak ada lagi penebangan hutan dikawasan Parbuluan VI dan sekitarnya.

“Minggu lalu saya sudah bersurat ke kementerian agar tidak ada lagi penebangan pohon di kawasan ini. Persoalan ini akan saya dampingi, saya bersama warga saya. Tidak boleh ada warga saya yang kehilangan hak dasarnya yaitu soal air karena pihak tertentu,” katanya

Lanjutnya lagi, “saya akan perintahkan inspektorat untuk melakukan pemeriksaan kepada Bumdes yang dimaksud, memerintahkan camat melakukan pengecekan langsung bagaimana kondisi di lapangan. Pemkab Dairi, DPRD, dan Polres Dairi bersama masyarakat, mari kita tunjuk pihak yang berkompeten dan independen untuk melakukan cek lapangan,” tambahnya.

 

(Kristo)

.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses