Brebes, medianasional.id | Puluhan warga Desa Ciputih, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar aksi unik dan damai dengan menanam pohon pisang di badan jalan yang rusak parah sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan infrastruktur oleh pemerintah daerah. Aksi ini dilakukan secara gotong-royong pada Jumat (3/10/2025) di sepanjang jalan kabupaten yang telah mengalami kerusakan selama lebih dari 16 tahun.
Jalan yang menghubungkan Desa Ciputih dengan sejumlah desa lainnya di Kecamatan Salem tersebut berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Kerusakan jalan meliputi permukaan berlubang, berbatu, berlumpur saat musim hujan, dan berdebu saat musim kemarau. Tidak hanya itu, empat jembatan yang berada di jalur tersebut juga nyaris roboh, membahayakan keselamatan pengguna jalan dan menghambat aktivitas harian warga.
Tokoh masyarakat Desa Ciputih, A. Tohenda, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dinilai abai terhadap kebutuhan dasar warga.
“Kami sudah 16 tahun menunggu perbaikan, tetapi sampai sekarang tidak ada perhatian. Aksi tanam pohon pisang ini adalah cara kami menunjukkan kekecewaan agar pemerintah segera turun tangan,” tegas Tohenda.
Aksi ini tidak hanya melibatkan kaum laki-laki, tetapi juga diikuti oleh para perempuan. Salah satunya, Kori’ah, menyatakan bahwa para ibu rumah tangga pun merasa terbebani dengan kondisi jalan yang membahayakan dan menyulitkan kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin jalan yang layak agar anak-anak bisa sekolah dengan aman, dan warga bisa beraktivitas tanpa kesulitan. Kami tidak mau lagi hanya mengeluh tanpa tindakan, karena itu kami ikut aksi menanam pohon pisang ini,” katanya.
Kepala Desa Ciputih, Slamet Beco, menyatakan dukungannya atas aspirasi warganya. Ia menegaskan bahwa warga Desa Ciputih selama ini telah menunjukkan kepatuhan terhadap kewajiban negara, termasuk dalam pembayaran pajak.
“Dalam pembayaran PBB-P2, Desa Ciputih selalu menjadi yang pertama lunas setiap tahun dengan pagu sekitar Rp170 juta. Warga kami selalu taat pajak, jadi sudah sepatutnya mereka juga mendapatkan perhatian yang layak,” ujar Slamet.
Ia juga menyoroti masalah penerangan jalan umum (PJU) yang tidak berfungsi di beberapa titik, menambah kerawanan saat malam hari.
“Kami berharap pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes segera memperbaiki jalan sepanjang 2,6 kilometer yang rusak berat dan membenahi PJU yang tidak menyala. Jalan dan jembatan yang layak adalah kebutuhan mendesak bagi warga,” tambahnya.
Aksi tanam pohon pisang ini menjadi simbol protes damai warga Desa Ciputih yang sudah lama menanti perubahan. Mereka berharap suara mereka kali ini benar-benar didengar.
“Kalau tidak ada aksi seperti ini, mungkin jalan kami tetap dibiarkan. Kami ingin pemerintah mendengarkan suara rakyat,” pungkas A. Tohenda. (*)






