medinasional.id, Mataram, NTB – Isu kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak emang lagi jadi concern banget buat kita semua. Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri (Wagub Dinda), bareng Menteri PPPA RI, Arifah Fauzi, baru aja hadir di Seminar Nasional Kampanye Anti Kekerasan Seksual di Kampus UIN Mataram, Sabtu (18/4).
Wagub Dinda menekankan kalau pencegahan itu nggak perlu jauh-jauh, mulainya harus dari rumah. Menurut beliau, lingkungan keluarga yang safe space, nyaman, dan bahagia itu kunci utama.
“Perlindungan harus dimulai dari rumah tangga. Peran Ibu penting banget buat bikin suasana rumah jadi asik dan aman,” kata Wagub Dinda.
Ia juga nambahin kalau anak yang tumbuh di keluarga harmonis bakal punya mental health yang lebih oke. Jadi, mereka nggak gampang terjerumus ke hal negatif kayak narkoba atau jadi korban kekerasan karena punya self-defense yang kuat dari rumah.
Ada poin menarik nih dari Wagub Dinda. minta kita semua buat berhenti cari siapa yang salah kalau ada kasus kekerasan. Mending energinya dipakai buat aksi nyata.
“Sudah saatnya kita berhenti saling menyalahkan. Mari bergerak bareng-bareng, sekecil apa pun langkahnya, yang penting angka kekerasan bisa kita tekan,” tegasnya.
Bahkan, Wagub Dinda pengen isu pencegahan kekerasan ini masuk ke kurikulum sekolah, madrasah, sampe pesantren. Biar kita semua melek hukum dan nggak asal bertindak.
Menteri PPPA RI, Arifah Fauzi, juga ngasih jempol buat kolaborasi di NTB ini. ngingetin kalau di mata hukum, semua orang itu setara. Nggak ada ceritanya perempuan atau anak bisa direndahkan.
Menteri Arifah juga bilang kalau perempuan dan anak itu pilar penting buat Indonesia Emas 2045. Kalau kita mau punya masa depan yang keren, ya bibit-bibitnya—yaitu anak-anak sekarang—harus dijaga dan disiapkan jadi pemimpin hebat.






