Ubah Pola Penyaluran: Baznas Banyumas Fokuskan 50% Zakat untuk Program Produktif dan Kemandirian Ekonomi

Banyumas, Purwokerto15588 Dilihat
PURWOKERTO, medianasional.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyumas menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah kemiskinan melalui zakat. Dalam agenda “Peran Media dalam Mendakwahkan Zakat”, Ketua Baznas Banyumas Hj. Khasanatul Mufidah, S.H, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya melakukan pergeseran besar dengan memprioritaskan program produktif sebesar 50 persen dari total penyaluran.
.
Langkah ini diambil untuk memastikan zakat tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, tetapi menjadi modal keberlanjutan bagi keluarga penerima manfaat.
.
Membangun Ekonomi Lewat Z-Mart dan Z-Laundry
Khasanah menjelaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah memperkuat program pemberdayaan ekonomi seperti Z-Mart, Z-Cofi, dan Z-Laundry. Jika sebelumnya target program produktif hanya 30 persen, kini dinaikkan menjadi setengah dari total anggaran.
.
“Kami ingin zakat benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi keluarga. Karena itu, program konsumtif seperti pembagian sembako dikurangi dari 12.000 paket menjadi 6.000 paket, agar dananya bisa dialihkan untuk pemberian modal usaha dan sarana prasarana yang berkelanjutan,” ujar Khasanah di hadapan awak media, Senin (16/3/2026).
.
Keputusan ini juga berdampak pada program lain, seperti peniadaan program ‘kasyaf’ bagi kiai, demi memastikan setiap rupiah zakat yang terkumpul berfokus pada pengentasan kemiskinan yang terukur.
.
Mempertahankan Takhta Pengumpul Zakat Tertinggi
Kerja keras Baznas Banyumas membuahkan hasil nyata. Tahun ini, Banyumas kembali mempertahankan posisi sebagai pengumpul zakat tertinggi se-Jawa Tengah dengan angka mencapai Rp25,2 miliar. Prestasi ini diraih di tengah berbagai tantangan dan dinamika sosial yang ada.
.
Khasanah menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran media yang secara konsisten mengedukasi masyarakat. “Media adalah jembatan kepercayaan. Melalui pemberitaan yang edukatif, masyarakat menjadi sadar bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama, tapi solusi nyata bagi pembangunan sosial-ekonomi di Banyumas,” tambahnya.
.
Menjawab Isu dan Menjaga Amanah
“Program utama kami tetap tegak lurus pada lima pilar: Banyumas Sehat, Taqwa, Sejahtera, Cerdas, dan Peduli. Kami memilih bekerja dalam diam saat isu negatif berembus agar tidak memperkeruh suasana, karena bagi kami, bukti nyata di lapangan adalah klarifikasi terbaik,” tegasnya.
.
Ajakan Kolaborasi untuk Kebaikan
Menutup rangkaian acara, Baznas Banyumas mengajak insan media untuk tidak segan memberikan kritik dan saran yang membangun. Kolaborasi ini diharapkan bukan sekadar hubungan profesional, melainkan gerakan kebaikan bersama untuk membawa warga Banyumas menuju kemandirian ekonomi.
.
“Zakat adalah amanah yang besar. Dengan dukungan media sebagai penyambung lidah, kami optimis visi untuk menyejahterakan umat dapat tercapai lebih luas lagi,” pungkas Khasanah.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses