Tokoh Masyarakat Berharap, Pemkab Tubaba Segera Bangun Jalan di Tiyuh Karta Sari

Tulang Bawang Barat Tulang Bawang Barat, redaksimedinas.com– Sejumlah Tokoh masyarakat tiyuh karta sari Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU) Kabupaten Tulang BawangBarat (Tubaba) harapkan pemerintah setempat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) segera mewujudkan harapan dari masyarakat setempat untuk  segara merealisasikan pembangunan jaln Underlagh dengan volume ± sepanjang 4 kilo meter serta pembangunan 17 titik talud didaerah rawan banjir disaat turun hujan, karena  rumah milik warga selalu digenangi luapan air khususnya dari RK-01 sampai dengan RK – 03, didaerah pemukiman masyarakat padat penduduk setempat.
.
Menurut Munip (40) salah satu tokoh masyarakat tiyuh setempat ,Sejak di era indonesi di jajah oleh Jepang kala itu sekitar pada tahun 1933 yang mana sebelumnya tiyuh ini masih tercatat sebagai terans kolonisasi, hingga kini sudah tahun 2017 jalan sepanjang  4 kilo meter ini belum pernah mendapatkan
sentuhan pembangunan dari pemerintah daerah Tubaba ataupun pusat.
.
“Jalan sepanjang velume 4 kilo meter ini di saat musim turun hujan sering terjadi tingkat kerawanan kecelakaan bagi pengguna jalan seperti kendaraan baik roda dua dan roda empat sering mengalami tergelincir, kendaraan mereka terguling akibat jalan becak banyak genangan air lumpur. Untuk itu kami masyarakat sangat mengharapkan kepada kepala dinas (PUPR) Iwan mursalin agar dapat turun  kroscek sekaligus bisa melintasi serta menikmati lokasi medan off roud jalan ini,” Ujar Munip kepada redaksimedinas.com saat ditemui di kediamannya. Kamis(14/12).
.
Kemudian ditempat terpisah Hartanto (37) selaku seketaris Pemerintah Tiyuh Kartasari
membenarkan atas keluhan dan harapan dari sejumlah masyarakat setempat selama ini.
.
“sudah kita tindak lanjuti melalui Upaya pengajuan proposal dari hasil musyawarah pembangunan tingkat kecamatan (Musrenbang) Pada tahun 2016 lalu, yang mana proposal itu sudah kita serahkan di kecamatan Tulang Bawang Udik, akan tetapi hingga tahun 2017 sudah hampir berakhir tindak kelanjutan proposal itu sudah sampai dimana kami belum tahu,” Kata Hartanto.
.
Dijelaskan Hartanto, jumlah penduduk di tiyuh Kartasari tercatat sekitar  6000 jiwa, dan termasuk daerah padat penduduk.
“Tentunya kami sangat mengharapkan terhadap pemerintah Daerah Bumi Ragem Sai Mangi Wawai ini agar akses jalan pemukiman masyarakat segera diperbaiki agar dapat mempermudah akses jalan transportasi masyarakat memanen hasil bumi mereka,”Pungkasnya.(Der/angga)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses