BENGKALIS, medianasional.id – Guna meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat kompetensi dasar murid secara komprehensif, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Siak Kecil, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Riau menyelenggarakan agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi Rabu (30/9/2026).
Kegiatan strategis yang berpusat di aula pertemuan sekolah ini diinisiasi khusus bagi satuan pendidikan penerima manfaat Bantuan Operasional Sekolah Pendidikan (BOSP) Kinerja Terbaik tahun 2026.
Agenda Bimtek hari ini menghadirkan narasumber utama dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Dr. Asrofi, M.Ed, Hadir langsung dalam forum tersebut Korwilcam pendidikan Kecamatan Siak Kecil, Katwadi, S.Pd, Kepala SMPN 4 Siak Kecil, Roma Ainani, S.Ag, selaku tuan rumah, serta jajaran kepala sekolah beserta perwakilan guru dari satuan pendidikan penerima BOSP Kinerja Terbaik, sebanyak 15 peserta yang merupakan perwakilan dari 5 sekolah penerima BOSP Kinerja Terbaik di Kabupaten Bengkalis.
Dalam sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, Korwilcam Pendidikan Kecamatan Siak Kecil, Katwadi, S.Pd memberikan penekanan khusus mengenai urgensi perubahan paradigma di kalangan tenaga pendidik terkait pengembangan kompetensi dasar murid.
Ia menegaskan bahwa penguatan kemampuan fondasi murid tidak boleh lagi dikotak – kotakkan berdasarkan mata pelajaran tertentu.
“Kita harus menyamakan persepsi bahwa literasi dan numerasi bukan hanya beban atau tanggung jawab guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika saja. Ini adalah tanggung jawab kolektif seluruh warga sekolah,” tegas Katwadi.
“Semua instrumen pembelajaran harus saling terintegrasi demi menyiapkan murid-murid agar bisa maksimal mengerjakan Asesmen Nasional yang nantinya menjadi dasar perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan,” pungkasnya.
Sejalan dengan arahan Korwil, narasumber utama Dr. Asrofi, M.Ed dalam pemaparannya mengupas tuntas bahwa penguatan literasi dan numerasi bukanlah sekadar instrumen instan untuk pencapaian nilai akademik atau formalitas persiapan menghadapi Asesmen Nasional (AN).
Lebih dari itu, kedua kompetensi tersebut merupakan kunci utama dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, logis, sistematis dan analitis murid dalam menghadapi tantangan di era modern.
“Literasi bukan sekadar bisa membaca lancar, dan numerasi bukan sekadar menghitung angka. Keduanya adalah kemampuan siswa dalam menganalisis informasi, memahami konteks dunia nyata, dan merumuskan solusi atas masalah kehidupan sehari -bhari. Oleh karena itu, penerapannya di kelas harus disajikan lewat metode pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan menantang nalar kontekstual siswa,” papar Asrofi.
Di tempat yang sama, Kepala SMPN 4 Siak Kecil, Roma Ainani, S.Ag turut menyampaikan apresiasi yang setinggi – tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari Korwilcam pendidikan Kecamatan Siak Kecil dan kehadiran tim BPMP Riau.
“Kami berkomitmen agar hasil dari bimtek hari ini dapat diimplementasikan dengan baik. Harapan kami, kegiatan ini mampu membawa transformasi positif terhadap mutu pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang menerima BOSP Kinerja terbaik,” tutup Roma.
Sepanjang pelaksanaan bimtek yang berlangsung dari pagi hingga sore hari, para peserta tidak hanya disuguhkan pemaparan teori satu arah. Pada sesi siang, agenda dilanjutkan dengan workshop intensif berkelompok.
Guru – guru dibimbing secara langsung untuk membedah Rapor Pendidikan masing – masing sekolah, mengidentifikasi indikator yang perlu dibenahi, lalu menyusun perangkat pembelajaran serta administrasi kelas yang ramah literasi dan numerasi berbasis lingkungan sekolah.






