
Morotai, medianasional.id – Kenaikan protokol satu level pada penanganan Virus Corona yang dilakukan oleh Pemerintah pusat ke pemerintah daerah, bahkan Kabupaten Pulau Morotai diikuti dengan peningkatan kerja Satgas Pencegahan Covid-19, diketahui saat ini bekerja maksimal, namun ada kelalayan besar yang menjadi masalah ditengah-tengah ancaman Virus Corona dengan kata lain diduga tidak ada pencegahan bagi kapal dari luar daerah yang masuk di kabupaten Morotai pada hari senin tanggal 6 april 2020.
Saat ini Kabupaten Pulau Morotai semakin masif menjalankan Satandar Operasional Prosedur (SOP) untuk penaggulangan dan pencehahan bencana Covid-19, melalui prosedur karantina terhadap orang yang baru masuk dan memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah, Kamis (09/04/2020)
Salah satu sumber terkuat yang berdomisili di Desa Ngele-ngele Besar, yang engan disebut namanya kepada media ini menunturkan bahwa kapal yang masuk di pulau Ngele-ngele besar itu merupakan kapal yang sering beroperasi di Perusahaan Morotai Marine Culture (MMC) yang rutenya Morotai Subaya dengan kapsitas cukup besar.
“Kapal tersebut yang beroperasi di perusahan itu, bagi kami dapat mengancam keselamatan dilingkungan masyarakat, baik warga setempat maupun karyawan perusahan di berbagai desa yang sementara bekerja di tengah Mewabahnya Virus Corona atau Covid-19 ini” jelasnya
Lanjut dia hal seperti ini semestinya ada penegasan ketat dari Pemda Morotai baik melalui Petugas Pencegahan Covid-19 maupun pihak perusahan sendiri, pasalnya kedatangan kapal ini bukan lagi dari Ternate maupun dari daerah Maluku utara, namun Kapal yang masuk ini dari Surabaya dengan jumlah orang yang menumpangi lebih dari 20 dan bukan penduduk asli Morotai.
“Masyrakat asli Morotai yang datang dari kota ternate, tobelo maupun dari luar daerah saja dikarntina, masa mereka Nahkoda dan ABK yang dari surabaya dibiarkan begitu saja dan hanya melakukan tes suhu badan. Apakah kita tau penyakit itu datang kapan,” sesalnya.
Tidak hanya itu Ia juga membenarkan bahwa kapal yang masuk di pulau Ngele-Ngele Besar membawa barang milik perusahan MMC dan berlabuh di pelabuhan milik perusahan kurang lebih 4 sampai 5 hari, pihak masyarakat tidak persoalkan isi barang dalam kapal maupun bentuk kapal, namun yang dikhawairkan adalah riwayat dan gejala awak kapal apakah menunjukan Virus Corona yang mereka bawah dari sana atau tidak, sehingga jangan sampai mengancam keselamatan masyarakat.
Labih lanjut dia juga menegaskan kepada Pemda Morotai agar segera mengambil langkah pasti untuk melakukan karantina kepada nahkoda dan ABK kapal agar ini menjadi tolak ukur Pemda Morotai dalam penanganan Penyebaran Virus Corona di Morotai.
Sebelum itu diketahui juga bahwa ada petugas yang turun langsung di lapangan dari perwakilan tim satgas pencegahan Covid-19, dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh, ini bagi mereka tidak efektif tanpa melakukan karatina guna untuk penanganan dan pencegahan penyebaran Virus Corona
“Harapan kami Pemda Morotai segera melakukan pemeriksaan sekaligus karantina kepada Nahkoda dan ABK, karena Virus Corona ini penyebaran masih menjadi ancaman serius di dunia dalam beberapa waktu terakhir, hingga saat ini belum ditemukannya penyebab virus dan metode pengobatannya yang pasti akan menimbulkan pengaruh besar pada masyarakat,” pungkasnya.
Hingga berita ini di publis, media ini sementara masi berusaha menghubungi pihak PT MMC dan Pemkab Morotai. (Red)
