Tiap Tahun PAD Sektor PPJU Alami Kenaikan

Batang192 Dilihat

Batang, medianasional.id
Dewasa ini kebutuhan manusia hidup tak lepas dari kebutuhan energi listrik, dan bahkan sudah ketergantuangan sekali dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tak lepas dari energi listrik. Energi listrik sekarang sudah menjadi kebutuhan primer warga masyarakat.

Dengan adanya pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU 2×1000 MW yang ada di Kabupaten Batang yang rencananya beroperasi pada tahun depan, maka kebutuhan listrik di Batang mengalami surplus.

“Listrik di di Kabupaten Batang mengalami surplus, maka di Batang tidak boleh mati lampu terkecuali adanya gangguan yang fatal,” ucap Bupati Batang Wihaji saat kegiatan Multi Stakeholder Forum PLN di Pendopo Kantor Bupati Rabu, (16/10/2019).

Lebih lanjut Wihaji menjelaskan, PLN adalah BUMN ( Badan Usaha Milik Negara ) yang tentu tidak hanya bisnis semata yang diharapkan, akan tetapi ada kewajiban lain yang harus di penuhi untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat misal, memberikan pelayanan terhadap warga masyarakat yang kurang mampu. Di Kabupaten Batang ini ada 193 ribu KK sebagai pelanggan rumah tangga, dari jumlah KK sebagai pelanggan tersebut diharapkan punya tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Batang.

“Pemkab Batang miliki program menciptkan 1000 wirausaha dan program investasi dan pariwisata, maka kami minta CSR PLN bersinergi dengan Pemkab agar programnya bisa terlihat mata, seperti program wisata Pandansari yang sudah mendapat CSR PLN,” Beber Bupati Wihaji.

Ia menuturkan, di kabupaten Batang ini tahun depan sudah star sebagai tahun industri, maka membutuhkan ketersediaan listrik yang cukup lumayan besar, dan untuk mendukung program visit to Batang 2022 maka kita canangkan Batang germerlap lampu.

Wihaji juga meminta, harus ada layanan cepat untuk gangguan listrik, sehingga ketika ada permasalahan listrik padam ataupun gangguan lainnya segera ada penanganan lebih lanjut agar tidak berdampak terhadap warga masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Manjer PLN Pekalongan Joko Hadi Hidayah mengatakan, bahwa di wilayah Kabupaten Batang yang menggunakan energi listrik PLN untuk Perusahaan ada 195, 5 hotel, 5 rumah sakit, dan 2 kampus.

” sesuai data per Agustus 2019 pelanggan di Kabupaten Batang mencapai 216.667 pelanggan, daya tersambung 273.955.775 VA. Kwh yang terjual 45.045.239 kwh, pendapatan Rp 47.122.218.609 untuk pajak penerangan jalan umum ( PPJU) Rp 21.272.028.192.” jelas Joko Hadi Hidayah

Lebih lanjut Joko Hadi menjelaskan, bahwa kontribusi pendapatan asli daerah dari sektor PPJU Kabupaten Batang setiap tahunya mengalami kenaikan, yakni pendapat di tahun 2017 – 2018 mengalami kenaikan hingga 15 persen, dan pada tahun 2018 -2019 diperkirakan akan mengalami kenaikan sampai 12 persen, berarti di tiap tahunnya ada kenaikan pendapatan dari sektor PPJU untuk Kabupaten Batang.

Reporter : Puji_L

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses