TGH Muhammad Asroruddin: Stop Generalisasi Negatif Terhadap Pesantren

medianasional.id, Lombok Barat, NTB – Pimpinan Ponpes Sains Lombok Islamic School, TGH. Muhammad Asroruddin, M.Pd, menyayangkan adanya upaya generalisasi dan penggiringan opini negatif yang menyebut institusi pesantren sebagai wilayah “darurat seksual” serta sarang kekerasan.
Menurutnya, isu miring yang kerap diembuskan di media sosial maupun sejumlah pemberitaan tersebut cenderung bermotif musiman dan dimunculkan setiap kali memasuki tahun ajaran baru atau masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Kami sangat menyayangkan adanya framing yang mengatakan pesantren itu darurat seksual. Kalau kita perhatikan, ini seperti kasus musiman. Setiap tahun ajaran baru, pasti ada saja upaya kriminalisasi atau sudut pandang negatif yang diarahkan ke pesantren,” ujar TGH. Muhammad Asroruddin saat memberikan keterangan resmi Hari Selasa 9 Juni 2026.

Ia mencontohkan salah satu kasus dugaan kekerasan seksual di wilayah Lombok Tengah yang baru-baru ini mencuat ke publik dan disebut melibatkan puluhan korban. Ia menilai, momentum pengangkatan kasus lama yang baru diledakkan saat musim pendaftaran sekolah mengindikasikan adanya tendensi tertentu untuk menjatuhkan citra pesantren secara umum.
“Kalau korbannya sampai puluhan, itu kan artinya kejadiannya sudah lama. Kenapa baru di-up sekarang ketika siswa baru mau masuk sekolah? Ini jelas kasuistik (kasus perorangan). Jika ada pelanggaran di Pesantren A, ya sebut saja oknum di Pesantren A. Jangan digeneralisasi seolah semua pesantren seperti itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, TGH. Muhammad Asroruddin mengimbau kepada para pejabat publik dan tokoh masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijak dalam mengeluarkan pernyataan terkait institusi pondok pesantren. Pasalnya, statement yang keliru dari tokoh besar bisa berdampak masif terhadap tingkat kepercayaan orang tua wali murid di seluruh Indonesia.
Ia mengingatkan kembali bahwa pesantren memiliki andil sejarah yang sangat besar dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Hingga saat ini, pesantren tetap konsisten berdiri sebagai lembaga pengkaderan akhlak dan kekuatan spiritual, yang kini bahkan sudah beradaptasi dengan sains, teknologi, serta dunia bisnis demi menyelaraskan kebutuhan dunia dan akhirat.”Efek ke depan bagi pesantren ini sangat besar. Kami membuka pintu bagi para pejabat atau pihak luar untuk duduk bersama, datang, dan melihat langsung bagaimana aktivitas kami di dalam pondok sebelum membuat penilaian,” tambahnya.

Tumpuan isu lain yang ditepis adalah mengenai pola pengasuhan dan kekerasan fisik di dalam asrama. TGH. Muhammad Asroruddin memastikan bahwa di era modern saat ini, manajemen internal ponpes telah menerapkan sistem pengawasan ketat melalui para pengasuh (mudabbir) dengan SOP yang humanis.
Di Ponpes Sains Lombok sendiri, model hukuman fisik seperti pemukulan, tendangan, skorsing ekstrem, hingga penggundulan paksa sudah ditinggalkan dan nyaris nol persen.”Sistem sanksi yang kami berikan sepenuhnya bersifat edukatif. Jika santri melanggar, hukumannya adalah menambah hafalan kosakata bahasa, menulis kembali ayat Al-Qur’an, atau mengulang kalimat-kalimat thoyyibah. Kami juga rutin bekerja sama dengan Dinas terkait serta Polsek setempat untuk melakukan pelatihan guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya tindakan bullying (perundungan),” urainya.

Di tengah tantangan zaman, Ponpes Sains Lombok Islamic School terus membuktikan kualitasnya lewat program-program unggulan berbasis sains dan bahasa internasional.
Guna mencetak lulusan yang berdaya saing global, pesantren menerapkan Langgue programe. Melalui program ini, santri tingkat SMP digembleng secara khusus selama 6 bulan pertama untuk menguasai bahasa Inggris secara aktif. Target serupa juga diterapkan secara bertahap bagi santri tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) sejak duduk di kelas 5.
Selain penguasaan Langgue programe, kluster diskusi ilmiah (Matematic and sains programe) juga dibentuk untuk memfasilitasi minat bakat santri dalam melakukan eksperimen serta riset teknologi, guna membuktikan bahwa santri tidak hanya matang secara agama tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan umum

Ponpes) Sains Lombok Islamic School menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi serta peran aktif pemerintah, khususnya Kementerian Agama (Kemenag), dalam melakukan pembinaan secara berkala terhadap institusi pesantren di daerah dan menjadi motor penggerak bagi pondok pesantren untuk terus tumbuh, berinovasi, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses