Lampung Utara | medianasional.id – Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W adalah peristiwa penting bagi umat Islam di seluruh dunia, dimana pada peristiwa ini baginda Nabi Muhammad S.A.W mendapatkan perintah untuk menunaikan sholat fardu 5 waktu. Isra Mi’raj ini terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 621 masehi dan pada waktu itu umur Baginda Nabi Muhammad S.A.W adalah 51 tahun.“Ketiga poin tersebut dalam arti pemantapan spritual yakni meningkatkan iman, pemantapan ritual diartikan sebagai meningkatkan ibadah, sedangkan pemantapan sosial, yaitu menghubungkan nilai sosial kepada masyarakat,” ujarnya.
Dikatakannya, kebanyakan remaja saat ini sudah melupakan dan bahkan tidak tahu sejarah dalam perjalanan hijrah Rasullulah. Ia juga mengatakan, saat ini remaja sedang menghadapi semacam tantangan, dimana para remaja telah dikuasai oleh dunia teknologi.
“Jadi para remaja khususnya siswa/Siswi Desa Kotabumi Tengah Barat, harus bijak dalam menggunakan teknologi, jangan sampai kita yang dikuasai oleh teknologi,” jelasnya.
Lanjutnya, untuk mengurangi peran teknologi yang telah menguasai remaja, perlu adanya kerjasama semua stake holder. “Kalau sekarang remaja belum terlalu bergerak (kendor). Tapi 10 tahun yang akan datang remaja ini akan menjadi generasi yang mempunyai moral dan kreatifitas yang tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kotabumi Tengah Barat Mirwan Aidi menuturkan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan bagi Masyarakat Desa Kotabumi Tengah Barat ,yang bertujuan untuk mengingat sejarah Rasullulah, maka dari itu diharapkan para siswa nanti bisa mengeluti sifat dan sikap Rasullullah.
“Peringatan Isra Mi’raj kali ini kita libatkan Tokoh Masyarakat.Tokoh Agama.Tokoh Adat.Tokoh Pemuda,serta anak-anak Sekolah Dasar dan Menengah. Dari sejarah islam ini kita bisa ambil hikmanya, dan bagi siswa bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tekun dalam belajar dan menjadi remaja islam yang berkomitmen,menjaga aqidah islam sebaik mungkin,itu semua perlunya dukungan dan kekuatan serta ketaqwaan kita masing-masing Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.” ungkapnya. (**1L)






