Tabung Gas LPG, 3 kg Mengalami Kelangkaan di Lampung Utara Seakan akan Hilang Dari Peredaran.

Lampung Utara308 Dilihat

Lampung Utara medianasional.id

Tabung gas LPG 3 kg atau sering disebut gas melon mengalami kelangkaan di Kabupaten Lampung Utara.Rabu (30 Juli 2020), gas melon isi 3 kg seakan-akan hilang dari peredaran. Di beberapa kios pengecer di bilangan kabupate Lampung Utara mulai mengalami kelangkaan sejak sepekan lalu.Untuk harga, saat ini untuk HET dipusat Lampung Utara itu telah mencapai kisaran Rp22.000 – Rp23.000 per tabung, bahkan di wilayah kecamatan Bukit Kemuning,Kecamata Abung Tinggi,Tanjung Raja dan sekitarnya mencapai Rp30.000 per tabung.

“Sudah hampir 1 bulan ini gas isi ulang tiga kilo tidak ada jualannya baik di kios dan para agen yang tersebar di setiap kecamatan di kabupaten Lampung Utara, tidak tahu mengapa,” kata ibu rumah tangga Dewi, salah seorang warga kecamatan Tanjung Raja.Di wilayah kecamatan Abung tinggi,Bukit kemuningpun, selain sulit didapat tabung gas isi ulang 3 kg harganya melambung jauh di atas harga eceran tertinggi ditetapkan pemerintah. Dikisaran harga Rp18.000 – Rp19.000 per tabung, saat ini telah mencapai Rp30.000,bahkan sampai ada yang harganya Rp35.000 per tabung ditingkat pengecer. Sehingga membuat kehidupan masyarakat semakin sulit, ditengah hari raya idul Adha dan musim paceklik yang rata-rata masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan kuli harian.

“Ya gimana nasib kami rakyat kecil ini pak, apalagi dimasa pandemi covid 19 juga panen saat ini kurang dan harganya jatuh untuk petani yang telah terbiasa menanam pada dan kopi. Sudah mencari kemana tidak ada, kalau pun ada harus mencari sampai ke kecamatan lain dan desa tetangga dengan harga tinggi mencapai Rp35.000 per tabung,” kata ibu Dewi, warga Kecamatan Tanjung Raja sambil mengelus dadanya,Harapnya pemerintah dan pihak yang berwajib untuk memantau kelapangan apa penyebabnya kelangkaan gas LPG ini.

Reporter: Hendra Antoni

Editor: Sofyan Ari.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses