
Batang,medianasional.idDalam setiap pemilu, pusat, provinsi dan kabupaten maupun kota – dibentuklah kepanitiaan dengan maksud untuk mengawal pesta demokrasi berjalan sehat, sejuk dan transparan. Salah satu desa yang mengikuti pildes pada tanggal 29 September adalah desa Brokoh. Dimana selaku ketua panitia Pildes Brokoh Kecamatan Wonotuggal, menyampaikan manakala ada calon yang memasang gambar dan alat peraga kampanye ditentukan pada tanggal 23 – 25 masa kampaye, dan para calon sudah sepakat setuju tidak akan melanggar.
Dalam upaya mewujudkan pildes yang damai, kondusif dan bermartabat sebagaimana yang diharapkan Bupati Batang dalam deklarasi Pildes damai di Pendopo Kabupaten Batang. Tetunya hal tersebut, sudah menjadi komitmen semua peserta dari 205 desa yang terlibat di pergulatan pesta demokrasi pildes pada puncaknya tanggal 29 September. (Jum’at, 26 /9/19).
Salah satunya peserta pildes damai adalah desa Kedungmalang, dituturkan Dasroni (45) tahun ketua panitia Pildes Kedungmalang, Kec. Wonotunggal, Kab. Batang bahwa ia dalam rangka mewujudkan kampanye sejuk dan damai, selaku panitia melakukan pendekatan persuasif kepada para calon dengan menjalin komunikasi yang baik, dan sejuk. Andaikata terjadi pelanggaran pemasangan Atribut Peraga Kampanye sebelum jadwalnya, kami akan memberitahukan pihak calon agar timnya yang memasang, mencabut kembali, jadi yang mencabut bukan panitia, untuk menjaga netralitas dan perasaan dari masing – masing calon untuk menjalin kesejukan pildes Kedungmalang yang kondusif,” kata Dasroni disaat memberikan keterangan kepada awak media dikediamannya.
Terkait untuk hari tenang jadwalnya pada 26 – 28 September. Adapun terkait pemberkasan semua para calon sudah memenuhi persyaratan kelengkapan pemberkasan. Dan perlu kami sampaikan bahwa Kedungmalang tidak masuk dalam daftar saat ini 29 desa yang mendeklarasikan PIldes anti maney politik,” ujar suami dari Dasrini menuturkan kepada awak media.
Ditambahkan, bahwa kondisi pildes Kedungmalang saat ini, berjalan dengan baik, karena masing – masing calon kades sepakat untuk berpolitik santun, dan bermartabat demi terwujudnya Kedungmalang damai, aman dan kondusif. Apalagi hubungan keduanya terjalin baik, karena baik Bapak Mulyono dan Sobirin dulu sama – sama satu kantor di balidesa Kedungmalang, Bapak Mulyono Kepala Desa dan Bapak Sobirin selaku juga perangkat sebelum keduanya maju dikontestasi Pildes tahun ini,”tutur Dasroni.
Saya berharap suksesnya pildes Kedungmalang ini dapat mewujudkan pemimpin yang jujur, transparan, adil, makmur, dan mampu mengayomi masyarakat sepenuh hati, tentu harapan kami sama seperti yang diharapkan masyarakat. Dan tentunya juga Kedungmalang kedepannya lebih baik lagi,”harapnya. (Sofyan Ari)






