
Bandar Lampung, medianasional.id – Sejak November 2021 hingga awal tahun 2022 ini, intensitas curah hujan di Provinsi Lampung masih cukup tinggi. Bahkan tak jarang disertai petir dan angin kencang yang juga menimbulkan kerusakan materi di beberapa tempat di Lampung. Secara umum, masyarakat merasakan dampaknya, begitu juga PLN sebagai penyedia tenaga listrik.
Seperti kejadian robohnya tiang listrik di Jalan Banten, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat Bandar lampung pada Jumat sore, 4 Februari 2022. Berdasarkan kronologi yang disampaikan masyarakat sekitar tempat kejadian bahwa hujan deras menjadi awal penyebab satu batang pohon besar tumbang, kemudian menimpa tiang listrik yang berada didekatnya. Dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah padamnya listrik.
Terpisah, Asisten Manager Komunikasi dan Manajemen Stakeholder, Darma Saputra mengatakan pihaknya (PLN) mengajak seluruh masyarakat khususnya pelanggan PLN untuk tetap waspada dalam menyikapi cuaca ekstrem saat ini.
“Jika masyarakat melihat adanya potensi bahaya terutama pada jaringan listrik, saya mengimbau untuk segera melaporkan melalui Call Center 123 atau aplikasi PLN Mobile, petugas PLN siap 24 jam,” ucap Darma.
Jika dibandingkan tahun 2020, PLN UID Lampung berhasil menurunkan jumlah rata-rata padam per pelanggan dalam satu tahun sebesar 10,9 persen di tahun 2021. Tentunya telah banyak upaya yang dilakukan diantaranya mengintensifkan pemeliharaan jaringan listrik dan penerapan program Yantek (Pelayanan Teknik) Optimization.
“Pemeliharaan jaringan listrik paling dominan yang dilakukan adalah pemangkasan/perabasan pohon, pemasangan peralatan pengaman hewan, pembungkusan kawat jaringan tegangan menengah, perbaikan pentanahan dalam pencegahan bahaya petir, dan pembersihan kerangka layang-layang pada jaringan listrik,” terangnya.
Darma menambahkan bahwa PLN UID Lampung juga memiliki program AMPD (Aplikasi Manajemen Pemeliharaan Distribusi) yang pelaksanaannya melibatkan seluruh Pegawai PLN. Dalam menginspeksi jaringan listrik, seluruh Pegawai PLN dapat melaporkan segala potensi gangguan pada jaringan listrik melalui AMPD. Sehingga potensi gangguan terdeteksi lebih dini dan petugas lebih cepat dalam mengeksekusinya.
Selain itu penerapan program Yantek Optimization juga turut meningkatkan tingkat pelayanan kepada pelanggan PLN. Program Yantek Optimization ini terintegrasi pada setiap keluhan pelanggan yang disampaikan melalui Call Center 123 atau PLN Mobile.
“Pelanggan yang melaporkan keluhan melalui PLN Mobile dan Call Center 123, langsung terkirim pada smartphone petugas Pelayanan Teknik (Yantek) yang sedang tidak sibuk atau belum ada order pekerjaan dan posisinya terdekat dengan pelanggan yang melapor. Sehingga pelayanan kepada pelanggan semakin cepat,” tukas Darma.
Darma juga membeberkan beberapa tips aman dari bahaya listrik saat cuaca ekstrem, diantaranya sebagai berikut :
1. Masyarakat mengijinkan petugas PLN untuk memangkas/merabas pohon yang dekat jaringan listrik PLN dan berpotensi gangguan listrik saat cuaca ekstrem.
2. Matikan Miniature Circuit Breaker (MCB) atau termis apabila ada banjir/genangan air yang cukup tinggi.
3. Naikkan peralatan elektronik ke tempat yang lebih aman jika banjir meninggi.
4. Cabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak untuk menghindari kerusakan peralatan akibat tersambar petir.
5. Jangan bermain layang-layang dekat dengan jaringan listrik untuk menghindari potensi gangguan listrik dan bahaya tersetrum.
6. Jangan berteduh dibawah pohon atau tiang listrik saat hujan, karena berpotensi tersambar petir.
7. Segera melaporkan ke PLN jika melihat/mengetahui potensi bahaya listrik melalui Call Center 123 atau aplikasi PLN Mobile. (Andri Rasyid)






