Medianasional.id, NTB – Ngomongin soal perubahan iklim, NTB sepertinya nggak mau main-main lagi. Alih-alih cuma sibuk pas kejadian (reaktif), Pemerintah Provinsi NTB kini resmi pasang mode proaktif lewat Musrenbang Tematik Kebencanaan dan Perubahan Iklim yang digelar di Mataram, Kamis (9/4).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, Data menunjukkan kalau tantangan alam kita makin nyata. Bayangkan, sepanjang 2025 saja ada 105 kejadian banjir. Eh, baru masuk April 2026, angkanya sudah menyentuh 60 kejadian. Fix, cuaca ekstrem bukan lagi sekadar obrolan di Twitter (X), tapi ancaman di depan mata.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri (Ummi Dinda), memperkenalkan sebuah konsep Keadilan Bencana. Intinya, penanganan bencana gak boleh pilih kasih. Ada dua poin penting yang di soroti:
Keadilan Distributif, Negara harus hadir buat semua. Mulai dari bantuan, bangun jalan yang rusak, sampai pemulihan ekonomi, semuanya harus merata sampai ke pelosok.
Keadilan Prosedural, Teman-teman disabilitas, perempuan, dan lansia jangan cuma jadi penonton. Mereka harus dilibatkan dari awal pas ngerancang kebijakan supaya hasilnya tepat sasaran.
“Bencana emang gak bisa diprediksi kapan datangnya, tapi perencanaan yang matang dan anggaran yang berpihak itu harga mati,” tegas Wagub.
Wagub juga kasih “sentilan” halus buat semua perangkat daerah mulai dari BPBD, PUPR, sampai Dinas Kesehatan. Pesannya jelas, Stop kerja sendiri-sendiri! Untuk anggaran 2027 nanti, semua harus sinergi. Urusan logistik, ketahanan pangan, sampai infrastruktur harus tahan banting sama iklim ekstrem.
Gak cuma itu, Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, juga buka-bukaan soal kondisi geografis kita. Ternyata, dari 11 jenis bencana nasional, 7 di antaranya ada di NTB! Mulai dari banjir, gempa, tsunami, sampai kebakaran hutan.
“Lebih dari 50% jenis bencana nasional itu ada di wilayah kita. Ini tantangan besar buat bikin perencanaan berbasis mitigasi,” ujar Baiq Nelly.

Satu lagi yang jadi catatan penting, Sinkronisasi. Jangan sampai rencana di atas kertas terlihat “wah” dan ideal, tapi pas eksekusi malah melempem karena anggaran habis buat belanja rutin yang kurang penting.
Melalui Musrenbang ini, Pemprov NTB pengen memastikan kalau visi “NTB Makmur Mendunia” bukan cuma slogan. Kita pengen jadi daerah yang nggak cuma cantik sebagai destinasi wisata, tapi juga tangguh dan aman buat ditinggali.
Acara ini juga dapet dukungan penuh dari program SIAP SIAGA (kerjasama Indonesia-Australia). Jadi, yuk kita kawal bareng-bareng supaya NTB makin resilient dan siap hadapi masa depan.






