SPBU ‘Nakal’, Prioritaskan Pengisian BBM Subsidi dengan Jerigen

Sumatera674 Dilihat

Kampar – SPBU yang bernomor 14.284.68 yang berada di Jalan Raya Kuok – Bangkinang, tepatnya di desa Ganting kecamatan Salo kabupaten Kampar, atau lebih dikenal dengan galon di desa Ganting sekitar 5 kilometer menuju pusat Kota Bangkinang, di sinilah tempat yang paling empuk mengisi BBM premium maupun solar ke jerigen jumlah kecil maupun jumlah besar. Seakan-akan SPBU ini tidak punya mekanisme dari pertamina.

Sejumlah oknum pegawai SPBU tak jarang menjadi buah bibir masyarakat dan seolah sudah menjadi hal yang biasa-biasa saja bagi mereka untuk lebih mendahulukan pelayanan pada pembeli galonan yang di duga untuk melansir dan tidak jarang menyulitkan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan BBM sehingga warga harus rela antri panjang di SPBU untuk mendapatkan BBM tesebut.

Praktek nakal yang meresahkan masyarakat itu hampir menjadi pemandangan mata pengunjung SPBU setiap harinya. Tak tanggung-tanggung, kenakalan SPBU ini pada malam hari nampak saat mengisi jerigen tersebut.

Tanpa ambil pusing dengan banyaknya kendaraan yang antri, seorang petugas SPBU tetap melayani pembelian premium atau pun bensin dengan jerigen. Jumlah jerigen yang di isi tidak tanggung-tanggung, berjumlah puluhan jerigen berukuran 35 liter. Bahkan Rabin manager SPBU beserta anggotanya tersebut mengatakan kepada wartawan di ruang kerjanya Rabu pagi (16/08/2017), “kenapa kamu kesini lagi, apa kamu datang minta jatah bulanan itu ya,” dengan sinisnya.

Saat wartawan Medinas konfirmasi dengan salah seorang masyarakat desa Ganting berinisial AF menyampaikan puluhan jerigen itu dimuat di atas mobil pick up berwarna hitam dengan nomor polisi tidak di sebutkan. “Ini kan udah keterlaluan, ternyata praktek seperti ini sudah berlangsung lama dan hampir setiap hari terjadi,” kata AF.

Yang ironisnya lagi beberapa minggu yang lalu, warga Ganting di keroyok oleh pegawai SPBU tersebut, disebabkan karena pengisian premium menggunakan jerigen pada malam itu, sehingga terjadilah perkelahian, dan menyebabkan warga Ganting tersebut mengalami luka- luka dan di larikan ke rumah sakit terdekat. Setelah kejadian penganiayaan tersebut, tim ops Polsek Kuok mengamankan pegawai SPBU untuk di proses lebih lanjut.
Terkait pelanggaran itu, AF meminta kepada PT. Pertamina mengambil tindakan tegas terhadap pengelola SPBU yang masih melayani pembelian BBM tidak sesuai dengan peruntukan. Ia meminta kepada PT. Pertamina menegur pengelola SPBU terkait pelanggaran yang telah dilakukan, dan pemilik SPBU harus di beri teguran, bila perlu di jatuhi sanksi atas pelanggaran yang dilakukan.

“SPBU ini baru beberapa tahun beroperasi tapi terbukti melakukan tindakan penyalahgunaan BBM bersubsidi, maka harus dikenakan sanksi hingga pencabutan izin usaha,” pintanya. (Robinson)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses