SOIna Gandeng OJK dan Bank Jateng Edukasi Keuangan Penyandang Disabilitas, Rencanakan Masa Depan Lebih Baik

Jawa, Jawa Tengah, Kendal161 Dilihat

KENDAL – medianasional.id– Special Olympics Indonesia (SOIna) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Jateng menggelar edukasi keuangan kepada penyandang disabilitas se-Jawa Tengah dengan tajuk “Bebas Finansial, Disabilitas Berdaya”. Kegiatan ini bertujuan mendorong terciptanya literasi keuangan yang inklusif, berlangsung di Pendopo Bahurekso Kendal, Jawa Tengah, Kamis (18/9/25).

Ketua SOIna Kendal, Muhammad Iqbal Adila melalui Pengurus Harian SOIna Kendal, Nattaya Kenenza, menekankan pentingnya akses layanan keuangan yang sama bagi penyandang disabilitas untuk mandiri dan berkembang di bidang ekonomi.

Nattaya berharap kegiatan tersebut, dapat membantu penyandang disabilitas memahami cara mengelola keuangan dan menciptakan produk keterampilan untuk merencanakan masa depan yang lebih baik. “Dengan literasi keuangan dan mandiri ekonomi, tentu kedepannya akan lebih mudah bagi mereka rencanakan masa depannya,” ujar Nattaya.

Edukasi keuangan ini sangat penting karena masih banyak penyandang disabilitas yang terkendala akses keuangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, hanya sekitar 22 persen penyandang disabilitas yang memiliki rekening di lembaga keuangan. OJK telah meluncurkan program “Tuntas” untuk meningkatkan inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas.

Nattaya berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk membuka lebih banyak peluang dan memperkuat solidaritas bagi disabilitas. Dengan demikian, masyarakat yang inklusif dan mandiri dapat terwujud. Pihaknya juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Kepala OJK Jateng, Hidayat Prabowo, menyampaikan apresiasi kepada Bank Jateng atas kolaborasi dalam mewujudkan tingkat literasi dan inklusi keuangan yang merata bagi seluruh warga di Jawa Tengah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita pemerintah Indonesia, khususnya butir nomor 4 yang memuat agenda pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia. “OJK berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa akses keuangan bersifat inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Hidayat menjelaskan bahwa penyandang disabilitas perlu memahami hak mereka untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam menggunakan layanan keuangan. Menabung di bank, menggunakan ATM, atau bertransaksi secara digital dapat membantu mereka mempersiapkan masa depan dan membangun disiplin.

Selain itu, Hidayat juga menekankan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang hebat dan dapat mengelola uang dengan baik untuk menjadi usaha yang menghasilkan. OJK bersama pemerintah daerah dan industri jasa keuangan siap membantu mendukung edukasi dan akses keuangan yang lebih mudah.

Namun, Hidayat juga mengingatkan penyandang disabilitas untuk berhati-hati terhadap tawaran pinjaman online yang tidak resmi atau ilegal. Mereka harus memastikan bahwa pinjaman atau investasi yang ditawarkan sudah terdaftar di OJK dan tidak mudah percaya pada tawaran yang mencurigakan.

Pemkab Kendal Berkomitmen Bantu Penyandang Disabilitas

Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah ikut bertanggung jawab untuk memudahkan para penyandang disabilitas dalam hal kemudahan finansial. Benny mengakui bahwa masih ada keterbatasan akses bagi penyandang disabilitas, sehingga pemerintah daerah hadir memberikan edukasi perihal literasi keuangan.

Benny juga menekankan bahwa pemerintah daerah bertekad membantu penyandang disabilitas semaksimal mungkin. Hal ini sejalan dengan program “Kendal Ramah Disabilitas” yang telah dideklarasikan sebelumnya. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berpartisipasi dalam masyarakat.

“Tujuannya adalah agar mereka mendapatkan kemudahan finansial dan dapat berkarya lebih baik lagi,” terang Benny.

Kerja sama antara SOIna, OJK, dan Bank Jateng dalam meningkatkan literasi keuangan penyandang disabilitas menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya. Dengan edukasi keuangan yang tepat, penyandang disabilitas dapat memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan dengan baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses