Dairi, medianasional.id – Kepala Desa Kalang Kecamatan Sidikalang Ranto P Nababan, SH. bersama dengan warga dan Perangkat Desa, melaksanakan gotong royong perbaikan jalan berlubang sesuai dengan Program Bupati Dairi Vikner Sinaga agar memperbaiki 80 persen jalan yang berlubang.
Ditemui di lokasi Rabu, (16/04/25) Ranto mengatakan, gotong royong yang di laksanakannya bersama warga merupakan salah satu wujud Program Bupati Dairi Vikner Sinaga untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong yang mulai memudar di tengah masyarakat.
Sasaran Gotong royong kali ini adalah memperbaiki beberapa jalan rusak dengan mengerahkan alat Berat berupa walas mulai dari Dusun II, Dusun III dan Dusun IV di tambah beberapa titik jalan Kabupaten yang di perkirakan mencapai ± 2 Km dan akan di kerjakan secara bertahap terhadap dusun lainnya.
“Sesuai dengan program beliau (Bupati Dairi) agar membenahi jalan di desa yang rusak atau berlobang, serta untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong, karena ini sangat perlu di hidupkan kembali, gotong royong ini adalah warisan opung kita (leluhur – red) yang sudah di turunkan secara turun temurun dari generasi ke generasi, agar warisan ini tidak hilang, semangat gotong royong ini memang harus di hidupkan kembali,” katanya.
Di jelaskan oleh Ranto selain menggalakkan gotong royong pemdes Kalang selalu berupaya untuk membenahi jalan insfratruktur atau memperbaiki jalan jalan yang rusak namun niatnya itu kadang terbentur oleh status jalan antara jalan Desa dan jalan Kabupaten. Terkait dengan itu terang Ranto, dirinya telah berupaya dan telah membuat surat pengajuan agar jalan desa yang berubah status menjadi jalan Kabupaten agar di kembalikan ke Desa.
“Tahun lalu (Tahun 2024) kita pemerintah desa sudah mengajukan surat agar jalan desa itu di kembalikan ke desa, salah satunya ialah jalan sitangiring, mudah-mudahan nantinya apa kita usulkan tersebut segera terealisasi,” pintanya.
Kemudian lanjut Ranto, jalan yang di kembalikan statusnya ke desa secara otomatis perawatannya akan lebih mudah dikerjakan oleh pihak Pemerintah, di jelaskannya disamping jadi kendala untuk melakukan perbaikan, jalan yang statusnya jalan Kabupaten akan menjadi momok yang sangat jelek terhadap pemerintah desa dan akan menimbulkan anggapan negatif dari warga terhadap Kepala Desa.
Terkait dengan status jalan desa dan jalan Kabupaten, pemerintah agar lebih hati-hati dalam menetapkan status jalan yang ada di desa, sebab masih banyak warga yang tidak dapat membedakan jalan desa dan jalan kabupaten, sehingga takkla jalan kondisi jalan rusak dan tidak di perbaiki dengan gampangnya warga akan menuding hal yang bukan terhadap Kepala Desa.
Untuk diketahui gotong royong perbaikan jalan ini tidak di danai dari Dana Desa, melainkan berupa sumbangan kepala Desa sesuai dengan harapan harapati Dairi, agar memperbaiki jalan rusak atau berlubang kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Dairi.
Sebelumnya Bupati Dairi, Vickner Sinaga, mengajak masyarakat untuk kembali menggalakkan budaya gotong royong dalam berbagai program pembangunan, seperti penataan pasar, pertanian, dan penanaman pohon.
Program gotong royong di Kabupaten Dairi:
Memanfaatkan potensi alam yang sudah ditanam leluhur, seperti kopi, kemiri, dan nilam
Membangkitkan kembali rasa kesetiakawanan sosial
Melestarikan lingkungan
Menanam sejuta pohon sebagai mitigasi bencana
Memanfaatkan potensi 3 F, yakni Food (pangan), Fruit (buah), dan Flower (bunga).
(Kristo)






