Cirebon, Medianasional.id – TMB Tuor and Travel Cirebon mengadakan bersholawat dalam mengusung tema “Jama’ah Umrah TMB Tuor Travel Menguatkan Ukhuwah Jalin Silaturahmi dan Mempererat Persaudaraan”, digelar di pendopo Bupati Cirebon sangat khidmat dan meriah pada Minggu 11 Januari 2026.
Turut hadir dalam acara, Teguh Sasmito P, S.STPi Direktur PTTMB (Teguh Madani Bersahabat) Tour and Travel Umrah Haji, Drs. Gus Aldi, Kyai H.Didi Suhadi, Handoyo, KH. Zam-lami Amin PonPes AL Kharon urn, Ketua MUI, Kapolres Cirebon kota AKBP Eko Isandar, S.M., S.IK, M.Si, Ust. Muhammad Záky, Danrem UGJ,/063 Kol Soleh Harahan, S.P ., M.IP Imamun Saadyayasan Dar Al Sa’atah, para jamaah kota dan kabupaten Cirebon.
eguh Sasmito P, S.STPi Direktur.Pt TMB Tour and Travel Umrah Haji, dalam sambutannya mengatakan, reuni akbar sekaligus tabligh akbar adalah momentum untuk menyampaikan keberadaan pihaknya kepada publik dalam mengelola pemberangkatan jemaah umroh ke tanah suci. Momentum ini sangat baik untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa kepemilikan pengelola, pembimbing dan ustad-ustadnya Insya Allah, memberikan pelayanan yang terbaik,” katanya kepada awak media.
Lanjutnya, Teguh Sasmito P, S.STPi, mensyukuri sejak 2020, tahun pertama secara resmi memberangkatkan jemaah umroh, sampai sekarang mengalami peningkatan sampai berkali-kali lipat.
“Alhamdulillah, kemarin hampir 600 jemaah sampai sudah kita berangkatkan. Hingga awal tahun 2026 dalam kegiatan tabliq Akbar ini kami juga memberikan beberapa hadiah gratis berupa voucher umrah sebesar Rp 1.5 Juta, Door Prize gratis Umroh haji 2 Orang,” jelasnya.
H. Didi Sunardi, SE Manager Pengembang TMB, H. didampingi Gatot Winarto General manager TMB menyampaikan, apresiasinya pada masyarakat alhamdulillah sangat antusias kerena ini adalah kegiatan ibadah yang sangat positif semoga kedepan TMB agar lebih maju dan sukses lagi,” ungkapnya.
Ustadz Farid ponpes pesantren Buntet juga mengapresiasi kegiatan positif ini sebagai landasan serta memudahkan kita untuk pergi ke tanah suci Mekah.
Ustadz Farid, menyampaikan rencana penguatan layanan umroh di daerah. Ia menjelaskan, ke depan pola pemberangkatan umroh akan dirancang menyerupai sistem keberangkatan haji.
“Mulai dari konsep pemusatan jemaah, pemanfaatan asrama haji sebagai tempat penginapan, hingga koordinasi lintas provinsi,” ujar Ustadz Farid.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan membentuk ekosistem penyelenggaraan umroh yang lebih terkelola dengan baik, sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi bagi Cirebon jika diatur melalui regulasi daerah.
Ustadz Farid juga mengapresiasi pelaksanaan reuni jemaah umroh yang digagas TMB. “Kegiatan seperti ini penting agar hubungan jemaah dengan penyelenggara tidak terputus setelah umroh, tetapi terus berlanjut dalam pembinaan keagamaan,” tambahnya.
“Kegiatan tabligh akbar dan reuni akbar ini menjadi wadah mempererat silaturahmi antarjemaah, sekaligus meningkatkan pemahaman dan kesiapan spiritual jemaah dalam menjalankan ibadah umroh sesuai tuntunan syariat,” tutupnya.






