Dairi, medianasional.id – “Untung tak dapat diraih malang tak dapat di tolak” itulah yang terjadi pada YRK seorang petani di Desa Kalang Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Maksud hati ingin memeluk gunung apa daya tangan tak sampai, hasil panen tanaman jagung yang tadinya dia harapkan untuk membayar sewa sawah, luluh lantah di timpa tanah longsor.
Atas kejadian itu YRK hanya bisa meratapi nasibnya dan berpasrah pada kehendak sang pencipta, dan berharap kejadian ini menjadi pembuka pintu rejeki bagi dirinya. “Saya tidak tahu harus berbuat apa,” lirihnya.
Kejadian ini terjadi pada pukul 18.00 Wib hari Sabtu (15/2/25). Tingginya curah hujan membuat luapan air dialiran irigasi persawahan Sikkaleut Luber dan mengikis tanah, sehingga menimbulkan longsor, jika ini dibiarkan berlama-lama dikhawatirkan aliran irigasi Sikkaleut akan amblas ke bawah, sebab jarak tanah longsor dengan aliran irigasi hanya tinggal 1 meter lagi.
Menurut H Simangunsong pemilik sawah yang terkena longsor dan warga pemilik sawah, kejadian seperti ini sudah sering terjadi, bahkan kejadiannya masih di tempat yang sama (bekas longsor kembali longsor). Lokasi tersebut sudah pernah di pasangi tembok penahan, namun berselang berapa tahun tembok itu kembali longsor dan memporak-porandakan sawahnya. Pengakuan H Simangunsong juga terbukti dengan masih adanya bekas tembok yang longsor di lokasi longsor.
Mirisnya kejadian yang telah berulang kali ini telah sampai ke telinga pemerintah, namun hingga pergantian Bupati pun lokasi ini tetap terabaikan.
(Kristo)






