Semen Gresik dan Pemkab Kendal Jalin Kemitraan Kelola Sampah Lewat Teknologi RDF, Hasilkan Energi Baru dan Ramah Lingkungan

Jawa Tengah, Kendal263 Dilihat

KENDAL- medianasional.id- PT Semen Gresik dan Pemerintah Kabupaten Kendal resmi menjalin kemitraan strategis dalam pengelolaan sampah perkotaan melalui penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Paringgitan, Pendopo Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (17/4/25).

Penandatanganan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan PT Semen Gresik, di antaranya Direktur Utama Muchamad Supriyadi, Direktur Keuangan dan SDM Fardhi Sjahrul Ade, Direktur Produksi Benny Ismanto, GM Komunikasi dan Hukum Abdul Manan, Manager Institutional Relations Hendra, serta Pimpinan Fungsi Alternative Fuel Kuswandi. Turut hadir pula jajaran Pemerintah Kabupaten Kendal dipimpin Wakil Bupati H. Benny Karnadi, S.Ag, Pj. Sekda, para Kepala OPD, Tim TP2D diwakili oleh Denny Septiviant, serta para tokoh masyarakat dan mitra strategis daerah.

Wakil Bupati Bupati Kendal, Benny Karnadi, yang mewakili Bupati Kendal menyampaikan bahwa timbulan sampah di Kabupaten Kendal mencapai 437,22 ton per hari. Namun, baru sekitar 191,81 ton per hari yang tertangani di TPA Darupono Baru.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, tingkat sampah tidak terkelola di Kendal mencapai 99,26% karena sebagian besar hanya ditimbun tanpa pengolahan.

“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami. Oleh karena itu, kehadiran teknologi RDF sangat penting untuk menuntaskan persoalan lingkungan sekaligus mendukung target nasional pengelolaan sampah 100% pada 2029,” jelas Wakil Bupati Kendal.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan media, untuk memperkuat program pengelolaan sampah ini.

Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi salah satu janji kampanye yang harus diwujudkan. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Kendal telah mengelola sampah secara mandiri, dan RDF menjadi alternatif energi yang sejalan dengan komitmen terhadap pengembangan energi terbarukan.

“Retreat nasional yang dipimpin Pak Prabowo juga menyinggung bahwa sampah adalah persoalan serius secara nasional. Bahkan beberapa hari lalu, Gubernur juga menyampaikan hal serupa. Maka pasca pelantikan,saya mengajak OPD, mari jadikan Kendal menjadi kabupaten pertama yang secara serius menangani sampah,” ujar Benny.

Ia juga meyakini bahwa RDF akan menjadi pendorong investasi baru di Kendal. “Jika RDF bisa diproduksi secara masif, potret Kendal akan berubah jadi bersih dan indah,” ujarnya. Saat ini, lanjut Benny, hanya 0,74% sampah di Kendal yang terkelola, sisanya dibiarkan dengan sistem open dumping.

“Kalau tidak diselesaikan, kita hanya akan mewariskan gundukan tanah. Karena itu, janji kampanye harus diwujudkan dan RDF jadi salah satu jalannya,” tegas Benny.

Wakil Bupati berharap MoU ini segera ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama teknis yang lebih rinci. Ia juga mengajak seluruh OPD dan pemangku kepentingan untuk mendukung penuh inisiatif ini demi mewujudkan Kendal yang beribadat, berdikari, dan semakin sejahtera, sesuai visi “Bersama Membangun Kendal Semakin Maju, Sejahtera, Adil, Makmur, Lestari dan Berkelanjutan,” terang Wabup Benny.

Direktur Utama PT Semen Gresik, Muchamad Supriyadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama serupa dengan sejumlah kabupaten di Jawa Tengah seperti Cilacap, Banyumas, Jepara, Pati, Rembang, dan Blora. Kerjasama ini memungkinkan pemerintah daerah membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai operator RDF.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya kami mendukung transisi dari energi berbasis batu bara menuju energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan, sesuai prinsip industri hijau berkelanjutan,” ujar Supriyadi.

Supriyadi menambahkan, kebutuhan bahan bakar alternatif untuk pabrik Semen Gresik mencapai 200 ton per hari dan akan ditingkatkan per-hari.

“Kalau Kendal bisa menyediakan 200 ton sampah basah dan ketika kering menjadi 100 ton per hari, ini sudah sangat potensial,” ujarnya. Ia menyebut RDF mampu menghasilkan panas hingga 1300 derajat celcius, sesuai dengan standar proses produksi semen.

Komunikasi antara Semen Gresik dan Pemkab Kendal bukan hal baru, karena sebelumnya juga pernah dilakukan kompensasi untuk lahan pengganti.

“Mengapa Semen Gresik? Karena pabrik kami masih menggunakan batu bara yang masa depannya tidak panjang. Selain itu, energi menempati posisi teratas dalam struktur biaya produksi, bahkan satu sak semen bisa mengandung 40% biaya energi. Maka mencari solusi energi alternatif adalah keniscayaan,” jelas Supriyadi.

Dia berharap realisasi RDF di Kendal bisa menjadi yang tercepat, tanpa tergantung APBD, dan menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan Kendal bersih dan hijau.

Sementara Bupati Kendal, Hj Dyah Kartika Permanasari, dalam pernyataannya menyampaikan, bahwa permasalahan sampah menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Kendal. Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab Kendal baru-baru ini meluncurkan program “Bersatu Siaga” atau Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga.

Program ini akan dilaksanakan setiap hari Jumat, di mana Bupati dan stakeholder akan turun langsung ke desa-desa untuk mengajak masyarakat bergotong royong membersihkan desa sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

“Semoga dengan MoU antara Pemkab Kendal dengan PT Semen Gresik mampu menyelesaikan permasalahan sampah di Kabupaten Kendal nantinya,” doa Bupati.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses