Brebes, medianasional.id | Sebuah rumah milik Mutmainah, warga RT 01/RW 01 Dukuh Kedungbanteng, Desa Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, dilaporkan roboh pada Kamis, 16 Oktober 2025, sekitar pukul 13.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat wilayah tersebut diguyur hujan lebat yang cukup deras.
Kepala Desa Paguyangan, Faqih Maulana, SH., MH., saat ditemui di lokasi menjelaskan bahwa rumah dalam keadaan kosong saat kejadian. “Pemilik rumah sedang berada di rumah tetangganya. Rumah ini memang sudah tua, tidak pernah diperbaiki, dan kondisinya sudah sangat lapuk dimakan usia,” ujar Faqih.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, sebagian besar material bangunan seperti kayu dan genting mengalami kerusakan berat. Kerugian ditaksir mencapai Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Penyebab utama robohnya rumah diduga akibat hujan lebat dan struktur bangunan yang sudah tidak layak huni.
Meski tidak menimbulkan potensi konflik sosial, peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran warga sekitar, khususnya terhadap keberadaan rumah-rumah tua yang serupa di lingkungan mereka. Pemerintah desa pun diminta lebih proaktif dalam mendata rumah tidak layak huni (RTLH) agar upaya antisipasi bisa dilakukan sejak dini.
Bhabinkamtibmas Polsek Paguyangan, Aipda Gito Noto Prawira, telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Ia juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Paguyangan untuk segera melaporkan kejadian ini kepada BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Brebes guna mendapatkan bantuan rehabilitasi. Ia turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bangunan tua yang berpotensi roboh, serta segera melapor jika menemukan kondisi serupa.
Menanggapi kejadian ini, Rendi, SH., M.Kn., tim dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan verifikasi dan pendataan ulang rumah-rumah tidak layak huni di wilayah tersebut.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Dinperwaskim akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Paguyangan dan instansi terkait untuk melakukan pendataan serta menyusun rencana intervensi terhadap rumah-rumah dengan risiko tinggi. Program bantuan perbaikan RTLH sudah berjalan, namun perlu percepatan dan validasi data agar tepat sasaran,” jelas Rendi.
Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keselamatan hunian, termasuk dengan melakukan perbaikan berkala bagi bangunan yang sudah berusia tua.






