Satreskrim Polres Kendal Ungkap Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur

Jawa Tengah392 Dilihat

KENDAL- medianasional.id-Polres Kendal gelar konferensi pers terkait Kasus tindak pidana persetubuhan atau pencabulan terhadap anak dibawah umur dilakukan RD (26) Wiraswasta, bertempat tinggal, di Desa Pidodo Kulon Kecamatan Patebon Kendal, yang terjadi di salah satu Hotel di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal.

Kasus pencabulan tersebut terjadi pada hari Minggu tanggal 19 Februari 2017 jam 10.00 Wib. Sementara kronologi kejadian, awalnya tersangka dengan korban sudah merencanakan untuk bertemu, dengan cara tersangka mengirim pesan melalui akun media sosial BBM ke korban. Kemudian tersangka mengajak korban untuk mentraktir bakso, kemudian tersangka menjemput korban di salah satu minimarket di Patebon.

Selanjutnya tersangka mengajak korban menuju ke Hotel yang berada di Desa Kebonharjo Patebon. Sesampainya di parkiran hotel tersebut korban berkata kepada tersangka kalau main ke hotel mending pulang saja. Namun tersangka tidak menanggapi perkataan korban tersebut, lalu pelaku memesan kamar hotel dan mengajak korban untuk masuk kedalam kamar hotel. Di kamar hotel tersangka langsung merayu dan melakukan persetubuhan terhadap korban.

Selesai bersetubuh korban berkata kepada tersangka kalau takut hamil, namun tersangka mengatakan akan bertanggungjawab jika terjadi apa-apa. Selesai melakukan persetubuhan di hotel, lalu tersangka mengantarkan korban pulang sampai di minimarket.

“Untuk barang bukti kita amankan pakian korban dan satu buah buku resepsionis (daftar tamu) Hotel Srimulyo,” kata Wakapolres Kendal Kompol Doni Eko Listianto di Kendal, Jumat, 29/1/2021.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (2) dan atau Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pengganti undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 (lima belas) penjara dan denda paling banyak Rp 300 000 000,- (tiga ratus juta rupiah),” pungkasnya.

Kasus pencabulan ini, kini masih ditangi Polres Kendal untuk ditindaklanjuti serta melakukan pemeriksaan dan penahanan tersangka juga melengkapi pemeriksaan saksi lainnya. Kemudian melakukan rekonstruksi kejadian untuk melengkapi berkas perkara, koordinasi dengan JPU serta menyelesaikan dan menyerahkan berkas perkara ke JPU.(Ero)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses