Rekonstruksi Jalan Poros Banjarsari–Ciawi Capai Hampir 50 Persen, Dinas PU Pastikan Kualitas Sesuai Standar

Brebes, Jawa Tengah1855 Dilihat

Brebes, medianasional.id – Pekerjaan rekonstruksi jalan poros Banjarsari–Ciawi yang menghubungkan Kabupaten Brebes dengan perbatasan Cilacap, Nomor Ruas 509, Kecamatan Bantarkawung, saat ini progresnya telah mendekati angka 50 persen. Target capaian tersebut diupayakan tercapai pada titik pengukuran STA 2650 paling lambat sekitar tanggal 27 Juni 2026.

Pekerjaan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026 ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp9.477.200.640,00.

Hal tersebut disampaikan Pengawas Konstruksi dari UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Wilayah Bantarkawung, Andri, saat ditemui di kantor UPT setempat, Selasa (23/6/2026).

“Berdasarkan pantauan teknis di lapangan, progres pembangunan saat ini sudah mendekati 50 persen. Kami mengupayakan target 50 persen ini tercapai pada titik STA 2650, dan insya Allah dapat terpenuhi pada awal pekan mendatang,” ujar Andri.

Ia menjelaskan, pekerjaan tidak hanya meliputi pengerasan badan jalan, tetapi juga bangunan pelengkap seperti talud dan gorong-gorong. Untuk menjamin kekuatan dan ketahanan struktur, kualitas beton yang digunakan memenuhi standar mutu FS 3,8.

Panjang jalan yang semula direncanakan 3,7 kilometer kini disesuaikan menjadi hampir 4 kilometer dengan lebar 3 meter, mengikuti kondisi sebenarnya di lapangan. “Ada sedikit penyesuaian teknis agar pembangunan lebih efektif, namun tidak mengubah esensi rencana dan tetap sesuai ketentuan kontrak,” jelasnya.

Terkait akses lapangan, ia menyampaikan bahwa tidak ada pekerjaan perbaikan pada jembatan utama yang sudah ada. Namun, karena ukuran jembatan tersebut tergolong kecil dan kurang memadai untuk kendaraan besar, pihak jasa konstruksi membangun jembatan sementara. Fasilitas ini khusus disiapkan untuk melancarkan mobilisasi material, terutama kebutuhan pengecoran beton yang diangkut menggunakan kendaraan Truck Mixer.

Dalam kunjungan kerja ke lokasi yang dilaksanakan hari Sabtu lalu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Brebes, Dani Asmoro,S.T. M.T, didampingi jajaran pejabat, turut hadir pula konsultan perencana serta pihak jasa kontraktor pelaksana pekerjaan.

Pada kesempatan itu, Dani Asmoro menegaskan komitmen penuh Dinas PU dalam menjaga mutu dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan:

“Pekerjaan ini harus dikerjakan dengan cara yang semestinya, tidak boleh mengurangi sedikitpun kualitas. Kami ingin setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan memberikan manfaat nyata dan hasil yang tahan lama. Ini menjadi tanggung jawab kami agar kepercayaan pemerintah daerah dan masyarakat tetap terjaga.”

Ia menambahkan sejumlah poin penting sebagai pedoman kerja sekaligus bentuk pertanggungjawaban kinerja:

– Pengawasan Ketat: Menginstruksikan jajaran pengawas lapangan untuk memantau setiap tahap pekerjaan secara rinci, mencatat perkembangan dan memastikan tidak ada penyimpangan dari kaidah teknis maupun Rencana Anggaran Biaya.

– Prioritas Kualitas: Menekankan bahwa ketepatan waktu harus sejalan dengan standar mutu, tidak tergesa-gesa namun tetap berusaha menyelesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

– Solusi atas Kendala: Menyatakan setiap hambatan di lapangan akan dicarikan solusi terbaik tanpa mengorbankan kekuatan struktur jalan, seperti pembuatan jembatan sementara yang terbukti efektif melancarkan pekerjaan.

– Komitmen Capaian: Menyampaikan bahwa proyek ini menjadi salah satu tolok ukur kinerja Dinas PU untuk mewujudkan konektivitas antarwilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan pelayanan infrastruktur kepada masyarakat.

Dani Asmoro juga menyampaikan harapannya agar pekerjaan ini dapat berjalan lancar hingga selesai:

“Kami berharap pekerjaan ini cepat selesai tepat waktu, agar segera dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, serta berperan mempercepat pertumbuhan perekonomian warga di wilayah Bantarkawung,” tegasnya.

“Kami berusaha memberikan capaian terbaik agar Dinas PU dapat terus dipercaya dalam mengelola pembangunan infrastruktur di Brebes. Keberhasilan proyek ini menjadi bukti kerja nyata yang bisa dipertanggungjawabkan kepada pimpinan daerah dan seluruh warga,” tambahnya.

Selain pengawasan mutu, faktor medan yang terjal serta risiko cuaca ekstrem juga menjadi perhatian bersama. Hujan deras dapat mengganggu proses pengerjaan, sehingga tim selalu memantau kondisi lapangan secara rutin.

Saat ini pengerjaan sudah mencapai sekitar 1.600 hingga 1.700 meter, dengan target hingga akhir pekan dapat mencapai titik STA 2650. Pihak pelaksana berkomitmen menjaga standar mutu agar hasilnya kuat, tahan lama, dan bermanfaat bagi kelancaran mobilitas warga serta mendukung konektivitas antarwilayah. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses