Refleksi Setahun LAZ-ADHA: Lompatan IPM, Sejarah Baru PAD, hingga Visi Islamic Center Megah

Lombok Barat, medianasional.id, NTB — Duet kepemimpinan Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), dan Wakil Bupati, Hj. Nurul Adha (UNA), genap berusia satu tahun. Dalam acara refleksi khidmat yang digelar di Gerung, pasangan ini memaparkan capaian indikator makro yang melampaui target serta deretan proyek strategis yang telah dan akan mengubah wajah Kabupaten Lombok Barat di masa depan

Bupati LAZ mengungkapkan rencana dan komitmennya untuk menjadikan Kota Gerung sebagai identitas daerah yang hidup dan produktif. Salah satu proyek mercusuar yang disiapkan adalah pembangunan Islamic Center modern di atas lahan 5 hektare di timur Taman Kota Gerung.

“Kami sudah siapkan lahannya. Saat ini menunggu tanda tangan Menteri Agama untuk dibawa ke Kementerian PU sebagai dasar pembangunan. Pusat kegiatan umat ini dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Bupati LAZ.

Selain itu, revitalisasi Pasar Gerung menjadi pasar modern dan penuntasan Alun-alun Giri Menang ditargetkan rampung sebelum HUT Lombok Barat pada 17 April mendatang.
“Kami ingin Gerung memiliki kehidupan setelah jam 4 sore. Transformasi alun-alun dan pasar adalah cara kita menghidupkan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Dalam setahun terakhir, Lombok Barat mencatatkan tren positif pada indikator kesejahteraan masyarakat:
IPM: Meningkat signifikan dari 72,70 menjadi 73,5.
Usia Harapan Hidup: Naik ke angka 73,03 tahun,
serta penurunan stunting yang terpantau ketat lewat kader digital. Di tata kelola pemerintahan, Indeks Reformasi Birokrasi Kab. Lombok Barat meraih indeks tertinggi di NTB dengan skor 82,75.

Menatap tahun 2026, Pemkab Lombok Barat telah menetapkan program unggulan 1 Miliar per Desa. Program ini diarahkan agar setiap dusun mendapatkan program senilai minimal Rp. 1 miliar per des, untuk menggerakkan ekonomi akar rumput melalui hasil Musrenbangdes. Di sektor UMKM, kesuksesan Car Free Night yang mencatat perputaran uang Rp185 juta per minggu menjadi bukti nyata keberhasilan stimulus ekonomi lokal.

Wakil Bupati Hj. Nurul Adha memberikan catatan humanis mengenai perjalanan setahun ini. Ia mengakui ritme kerja Bupati yang sangat cepat sempat membuat jajaran OPD merasa tegang di awal masa jabatan.

“Pak Bupati ini larinya kencang sekali. Awalnya mungkin kepala OPD tegang, tapi tempaan itu justru membuat tim kita sekarang solid. Hubungan kami pun bukan sekadar rekan kerja, tapi ikatan kekeluargaan. Kami terbuka dalam komunikasi sehingga setiap riak bisa diselesaikan dengan satu pintu kebijakan,” tutup Hj. Nurul Adha.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses