Rebana Bergema dan Shalawat Menggetarkan Hati, Peringatan 1 Muharram di Bebengan Dipadati Warga

KENDAL– medianasional.id- Gemuruh tabuhan rebana dan lantunan shalawat yang menggema di malam Tahun Baru Islam berhasil menggetarkan hati ratusan warga yang memadati halaman Mushola Al Falah RT 01 RW 08 Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Rabu (16/6/2026) malam. Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah tersebut berlangsung khidmat dengan menghadirkan penceramah KH Khafid Romli dari Dusun Karangjati, Desa Bebengan.

Sejak usai Salat Isya, warga dari berbagai penjuru RW 08 mulai berdatangan memenuhi area pengajian. Jamaah yang hadir terdiri atas anggota Jamaah Tahlil Miftahul Jannah serta warga RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 yang antusias menyambut datangnya tahun baru Islam.

Suasana semakin semarak dengan penampilan kelompok rebana Majelis Maulidurrasul Boja. Berbagai syair dan shalawat dilantunkan dengan merdu, mengajak jamaah larut dalam nuansa religius yang penuh kebersamaan.

Momen paling berkesan terjadi saat kelompok rebana membawakan Maqalul Qiyam. Tabuhan rebana yang semakin keras berpadu dengan lantunan “Yaa Nabi Salam Alaika, Yaa Rasul Salam Alaika” membuat suasana berubah menjadi lebih khusyuk dan menggetarkan hati para jamaah.

Di tengah lantunan shalawat tersebut, KH Khafid Romli memasuki area panggung dengan mengenakan busana bernuansa Jawa lengkap dengan blangkon dan selempang serban batik. Kehadirannya langsung disambut hangat oleh para jamaah yang memadati lokasi acara.

KH Khafid Romli memberi tausiyah

Dalam tausiyahnya, KH Khafid Romli mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri serta meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis dan penuh keberkahan.

Ketua panitia kegiatan, Sanusi, mengatakan peringatan Tahun Baru Islam tersebut merupakan agenda rutin warga yang bertujuan memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat hubungan antarsesama warga.

“Tujuan kegiatan ini untuk mensyiarkan agama Islam sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kami ingin momentum Tahun Baru Islam menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat,” kata Sanusi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan warga Desa Bebengan.

“Kami bersyukur masyarakat sangat antusias menghadiri kegiatan ini. Melalui pengajian dan silaturahmi seperti ini, kami berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan kerukunan antarwarga Desa Bebengan semakin kuat, sehingga nilai-nilai Islam dapat terus terjaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses