Yogyakarta, medianasional.id – Tiga bulan sudah aksi demo pata penambang sungai progo melakukan aksi damai di kepatihan, dan di janjikan pengurusan izin IPR dalam jangka satu bulan, namun kenyataan yang terbit IPR dengan alat manual, sedangkan izin rekomtek tidak di terbitkan.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya para penambang sungai progo kembali melakukan aksi, namun kali ini di Kantor BBWSO DIY, Rabu, (15/10/2025).
“Kami penambang sungai progo bukan penjahat atau koruptor, dan juga bukan teroris, kami hanya rakyat kecil yang ingin kerja untuk menghidupi keluarga dan membiayai anak sekolah,” kata Amin dalam orasinya.
Sudah hampir delapan bulan kami nggak bisa kerja, karena Izin, sebetulnya kami itu ingin tertib dengan memgurus izin tapi kenapa pemerintah terkesan saling lempar dan tak segera terbitkan izin rekomtek, tambahnya.
Saat perwakilan penambang sungai progo beraudensi dengan perwakilan BBWSO, belum bisa menemukan titik temu,karena kepala balai tidak ada di kantor,dan saat perwakilan penambang sungai progo keluar ruangan audensi dan belum ada keputusan suasana semakin memanas.
Keadaan kembali reda saat Kepala balai videocall di depan masa.
“Besok kita segera akan koordinasi,” kata yang sempat di sampaikan kepala balai namun masa langsung menolak, ” Kita tutup jalan solo,” kata salah seorang pestta dan masa pun segera bergerak keluar dan menutup jalan Solo.
Namun hal tersebut tidak berlangsung lama setelah pihak keamanaan bernego dengan ketua penambang
“Kalau belum ada kepastian hari ini kita akan bermalam di sini, dan sampai dapat izin,” ujar Agung selaku ketua penambang,
Bagi rekan rekan yang ada kewajiban di rumah silahkan pulang dulu, namun bagi yang mau bermalam di sini silahkan truk di masukkan di halaman kantor BBWSO, DIY, suruhnya.
Ia juga meminta maaf kepada pengguna jalan solo yang saat ini terganggu perjalanannya karena aksi kami, tambahnya.
Sampai saat di tulis berita ini pihak pihak BBWSO belum bisa memberikan keterangan karena saat audensi wartawan tidak di izinkan masuk dengan alasan ruangan sudah penuh.
(Wid)






