Ratusan Buruh Dalam Aksi May Day di Titik Nol Yogyakarta Pampang Poster “Marsinah”

DI.Yogyakarta366 Dilihat

Yogyakarta, medianasional.id – Dalam memperingati hari buruh internasional (May Day) Sarikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Forum Komunikasi Buruh Bersatu (FKBB) dan juga Federasi Serbuk Indonesia menggelar aksi di titik Nol Yogyakarta, Kamis 1/5/2025.

Dalam aksi tersebut ketua SBSI Dani Eko Wiyono berorasi menyampaikan, “undang-undang cipta kerja yang selama ini sudah kita jalani harus di revisi karena masih belum berpihak kepada buruh, sehingga kesejahteraan buruh belum bisa tercapai, apa lagi di Yogyakarta UMR masih minim bahkan terendah di Indonesia, ungkapnya.

“Apa lagi di tahun tahun terakhir ini di Yogyakarta dan di Indonesia malah banyak buruh yang di PHK, hal tersebut tentunya makin menambah angka pengangangguran, dan mereka akan semakin sulit memcari kerja karena terbatas dengan usia,” tambahnya.

Waljito selaku Ketua FKBB dalam orasinya juga turut menambahkan bahwa buruh adalah mitra dari Perusahaan tanpa buruh perusahaan tidak akan berjalan, maka harus terjalin kerja sama yang baik antara buruh dan pengusaha.

Ia juga menegaskan mulai tahun ini harus tidak ada lagi pengusaha yang menyita ijazah di perusahaan.

Hal itu juga senada dengan penyampaian orasi Zainal salah satu perwakilan dari Federasi Serbuk Indonesia yang menginginkan undang undang Cipta Kerja yang selama ini masih berpihak kepada pengusaha.

Ketimpangan-ketimpangan harus di lawan sebagai kaum buruh, kita harus kompak melawan pengusaha pengusaha yang zalim, jika kita lemah maka kita akan selalu di tindas.

Kami salut dengan warga Yogyakarta, meski aksi di ikuti masa yang banyak namun bisa berjalan dengan tertib dan lancar, terangnya.

“Inilah Istimewanya Yogyakarta meski sedang aksi tetap selalu menampilkan kesenian yang ada,” ungkap Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Darma.

“Dalam kesempatan hari ini kita melibatkan 1.114, personil dari Polresta Yogyakarta yang di bantu POLDA DIY untuk pengamanan dalam aksi,” imbuhnya.

Salah satu peserta aksi kepada wartawan medianasional.id mengatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis segera di hapus, biarkan makan bergizi di lakukan oleh orang tua saja, karena program tersebut banyak memangkas anggaran.

Sehingga yang pekerja buruh bangunan banyak yang nganggur karena minimnya proyek, ungkapnya.

 

(Widayat)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses