
Semarang.medianasional.id – Usai mengikuti Rapat Koordinasi Kecamatan Berdaya Jawa Tengah 2026 di Grhadhika Bhakti Praja, Kamis 16/4/2026, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyatakan Pemkab siap tancap gas menjalankan program pemberdayaan tersebut.
Rakor yang dipimpin langsung Gubernur Jateng Ahmad Luthfi itu menghadirkan 576 camat dan seluruh kepala daerah se-Jateng. Tujuannya satu: menyamakan langkah agar program Kecamatan Berdaya segera berjalan di 35 kabupaten/kota.
Bagi Fahmi, program ini menjawab kebutuhan riil Purbalingga. “Kita ingin menggeser peran kecamatan. Bukan cuma tempat ngurus KTP dan surat-surat, tapi harus jadi lokomotif ekonomi, wadah kreativitas, dan pusat pemberdayaan masyarakat sampai ke desa,” tegasnya.
Tiga Kelompok Jadi Prioritas
Gubernur Luthfi merinci, Kecamatan Berdaya dirancang untuk mengerek tiga kelompok rentan ekonomi:
• Pemuda → lewat program zilenial berbasis kecamatan • Penyandang disabilitas di masing-masing wilayah • Perempuan/janda yang belum punya penghasilan mandiri
Mereka akan mendapat pelatihan dan program pemberdayaan langsung di kecamatan, agar aksesnya dekat dan dampaknya cepat.
Tahapan & Anggaran
Luthfi menyebut, percepatan dimulai dari SK bupati/wali kota yang menetapkan kecamatan sasaran. Setelah itu Dispermasdesdukcapil Jateng akan merumuskan action plan teknisnya.
Program ini masuk dalam 22 agenda intervensi Pemprov Jateng. Per 11 April 2026, dana kolaboratif yang terkumpul sudah menembus Rp131 miliar lebih. Harapannya, angka pengangguran turun dan kemandirian ekonomi warga di level akar rumput menguat.
“Kami di daerah siap eksekusi. Tinggal sinkronkan data kecamatan sasaran dan jenis pelatihan yang paling dibutuhkan warga Purbalingga,” tutup Fahmi.
( Al-76)






