
Lampung Utara, medianasional.id – Pekerjaan drainase di desa Sukasari, kecamatan Tanjung Raja, tepatnya di depan rumah kepala desa diduga dikerjakan asal-asalan.
Proyek pembangunan drainase ini juga tidak ada papan informasi proyek, diduga dalam pengerjaan proyeknya minim pengawasan dari pihak terkait, sehingga pembangunan drainase tersebut terkesan asal jadi dan tidak mengikuti RAB serta desain gambar yang ada.
Ketika wartawan ke lokasi proyek, Sabtu (13/11) berkomunikasi dengan para perkerja mereka membeberkan untuk upah dihitung permeter adukan semen dan tidak ada yang mengenal siapa TPK nya. Mereka dibiarkan melakukan pekerjaannya sendiri tanpa adanya pengawasan baik dari kepala desa maupun yang mewakilinya atau pihak pihak yang berkaitan dengan perkerjaan saluran air/drainase tersebut.
Dari pantauan awak media, pembangunan proyek drainase sepanjang kurang lebih 150 meter tersebut, pemasangan batunya dilakukan secara berdiri menggunakan satu baris batu dan dibagian dinding bawah/sela-sela batu langsung ditutupi dengan tanah dan secara kasat mata pembangunan drainase tersebut diduga kurang adukan semen sehingga dikhawatirkan tidak memiliki ketahanan yang maksimal dan rawan ambruk saat dilintasi air yang mengalir.
Saat para tukang yang sedang bekerja di lokasi proyek tersebut dikonfirmasi oleh awak media, mengatakan bahwa memang pengerjaan atau pemasangan batu drainasenya seperti itu agar tidak susah ngasih batu lagi.
“Pengerjaannya memang seperti ini mas, kita kasih tanah di belakangnya supaya tidak ngelewati batu lagi,” ucap tukang yang sedang bekerja sambil memasukkan tanah di sela batu bagian dinding drainase tersebut.
Sampai dengan berita ini ditayangkan pihak kepala desa ketika didatangi langsung di kediamannya dan juga dikantornya tidak bosa ditemui, ditelepon melalui seluler dan whatsAppnya pun belum bisa dikonfirmasi. Untuk menyempurnakan berita ini masih ditunggu klarifikasi dari kepala desa atau TPK desa suka sari, kecamatan Tanjung Raja, kabupaten Lampung Utara. (Hendra Antoni)






