Brebes, medianasional.id | Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Baribis Kabupaten Brebes sosialisasikan Program Hibah Air Minum bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang merupakan Program Lanjutan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kamis 22/12/2023.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Baribis Kabupaten Brebes Agus Isyono,S.E.,M.M melalui Kepala Unit Air Minum Tirta Baribis Bumiayu H. Muflikhin,S.T menyampaikan,”berdasarkan rapat bersama di hadiri seluruh jajaran manajemen, bahwa Perumda Air Minum Tirta Baribis melanjutkan program yang sudah berjalan beberapa tahun lalu yaitu hibah air minum yang di peruntukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),”
“Untuk Tahun 2023 Perumda Air Minum Tirta Baribis Kabupaten Brebes siapkan kuota 4500 Sambungan Rumah (SR). Adapun untuk kuota wilayah Brebes Selatan diantaranya Kecamatan Bumiayu mendapatkan 200 SR, Kecamatan Paguyangan 250 SR dan Kecamatan Tonjong 800 SR, “jelasnya.
Ia berharap untuk unit Bumiayu ada penambahan, karena ada beberapa desa yang sudah di lewati jalur pipa baru, yang sudah diserah terimakan dari pihak Satker Propinsi ke Perumda Air Minum Tirta Baribis Kabupaten Brebes.
Ada beberapa kriteria bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang berhak mendapatkan Program tersebut yaitu, memiliki rumah yang sangat sederhana, KTP/ domisili di desa tersebut, daya listrik 900 VA tidak lebih dari 1300 VA rekening listrik atas nama pribadi, bersedia menjadi pelanggan, tidak mendapatkan bantuan air dari pemerintah yang berbentuk saluran air dari Pamsimas atau sejenisnya dan tidak diperuntukkan untuk sosial umum atau sosial khusus (Sekolah, Tempat Ibadah, RS,).
Untuk biaya pendaftaran sebesar Rp. 450.000 dengan rincian Rp. 300.000 untuk pemasangan SR, Rp. 150.000 untuk pembayaran rekening selama 2 bulan,”terangnya.
Kepala Desa Laren Kecamatan Bumiayu Arief Setiawan,S.E mengatakan,”ada beberapa perdukuhan yang sangat membutuhkan Program Hibah Air Minum MBR terutama Dukuh Tempel dan Dukuh Karangjati, sementara ini di desa kami ada Pamsimas, sumur bor tetapi semuanya belum maksimal, untuk itu mohon di prioritaskan apalagi di desa kami ada reservoir SPAM Tuk Uleng,”ungkap Arief Setiawan.
Hal yang sama di ungkapkan Kepala Desa Pruwatan Rasiman, S.H.,”Kami berharap dengan adanya Program MBR bisa menyentuh ke beberapa perdukuhan, kami siap mengikuti aturan yang ada dan akan berkoordinasi dengan Ketua RT, Ketua RW untuk mendata warganya yang sesuai dengan kriteria yang di tentukan. (*)






