
Pasaman, medianasional.id – Sajauh ini telah berjalan Sosialisasi Program Kewirausahaan Budi Daya Lele, Business Model Canvas (BMC) di SMA Negeri 1 Tigo Nagari, Bantuan Pemerintah Tahun 2021.
Saat sosialisasi dihadiri langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Sumatera Barat, Wilayah VI Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Khairul Amri, S.Pd. MM, Pengawas Satuan Pendidikan Sumatera Barat, Ketua Komite Sekolah, Marwasita Tanjung, dan Sekolah Imbas. Sabtu (18/09).
Di hari yang sama, sosialisasi juga didukung melalui pelepasan bibit ikan lele.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KACABDIN) Sumatera Barat Wilayah VI Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Khairul Amri, S. Pd. MM.
“Program kewirausahaan Business Model Canvas (BMC) yang sedang jalan di SMAN 1 Tigo Nagari, salah satu program nasional dan satu-satunya SMA Se-Sumatera Barat hanya SMA 1 Tigo Nagari yang terpilih sesuai dengan kriteria,” ujarnya.
Hematnya, “berwirausaha terbukti mampu menumbuhkan ekonomi pelakunya, maka dari itu, pemerintah berharap para siswa diharuskan memiliki potensi berwirausaha dengan penuh semangat,” tambahnya
Menurutnya, “saat ini, masih banyak yang putus sekolah baru tahun pertama sudah mengundurkan diri, seperti yang demikian, keberanian berwirausaha dan buka usaha sendiri harus ada setelah itu,”pintanya
“Melalui budi daya Lele, salah satu unit usaha lebih mudah untuk dikembangkan, dicontohkan juga unit usaha lainnya, seperti jamu tiram,” tutup Khairul Amri, saat terhubung melalui via telepon.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tigo Nagari, Zulfildairi, S. Pd. MM, “Budidaya Model Canvas (BMC), Kewirausahaan budi daya lele, para siswa dibekali ilmu siswa baik secara teori dan maupun implementasi budidaya lele, workshopnya disampaikan narasumber yang telah berhasil hingga pemasaran diluar dan dalam daerah,” katanya.
“Untuk budi daya lele jika dikaitkan dengan kuliner sangat bagus, kita kenal dengan pecel lele, kita lihat antrian para pelanggan. Nah, maka dari itu, kedepannya kita ingin para siswa kita mampu membaca peluang-peluang yang demikian,” pintanya
“Adapun sekolah imbas, SMA N 1 Bonjol, SMA N 2 Lubuk Sikaping, SMA 3 Sumbar, SMA 1 Bonjol. Yang akan mengikuti hingga program selesai,” tutupnya.
Selain itu, Ketua Komite SMAN 1 Tigo Nagari, Marwasita Tanjung, “dengan adanya program kewirausahaan bibit lele, kita sangat mendukung dan mengapresiasi pemerintah dalam mendorong generasi dalam berwirausaha, kita akan terus bersinergi dan sangat mendukung,” ulangnya.
“Setelah ini, kalau sepakat akan kita tambah nantinya dengan tata kelola kesepakatan,” tambahnya.
Mewakili para siswa-siswi SMAN yang mengikuti sosialisasi dan implementasi, Anhari Firdaus, mengakui banyak manfaat yang didapat setelah mengikuti sosialisasi kewirausahaan, “diantaranya dapat merubah pola fikir dan sukses tak harus melalui jadi PNS,” ucapnya.
“Bisa juga melalui berwirausaha dilakukan dengan optimis, dikutip dari perkataan, om bob sadino “banyak orang yang bertanya: bisnis apa yang bagus? Jawabannya: bisnis yang dibuka, bukan ditanyakan terus”, katanya.
“Seandainya kita berwirausaha tidak memiliki modal, maka ingat apakah kamu mau menjual 1 tangan mu seharga Rp 500 juta, kalau tidak mau, jadikanlah tangan itu untuk modal untuk kamu memulai wirausaha, demikianlah jiwa berwirausaha saya,” kata Ketua OSIS SMAN 1 Tigo Nagari Kepada medinasional.id.
Pantauan medianasional.id, Senin, (20/09/2021), program kewirausahaan berjalan dengan baik dan telah dilepaskan bibit lele.
Kolam yang terbuat dari terpal itu, telah diramaikan bibit lele, dan beberapa dinas dan pemuda setempat datang untuk melihat budi daya lele di SMAN 1 Tigo Nagari, bahkan ada juga yang ingin memulai setelah itu.
Reporter : Jamal Mirdat






