Ponpes Nurul Madinah: Cinta Agama dan Bangsa

Lombok Barat, NTB – Di Kuripan Utara Lombok Barat berdiri sebuah pondok pesantren Bumi Shalawat Nurul Madinah, di bawah kepemimpinan Dr. TGH.Buya Muhammad Subki Sasaki MH, telah menjadi rumah bagi para santri yang tidak hanya dibekali dengan pemahaman keagamaan yang mendalam, tetapi juga memiliki rasa cinta besar terhadap tanah air dan keragaman budaya Indonesia.

TGH. Subki Sasaki MH, yang akrab disapa Buya Subki, menekankan bahwa Nurul Madinah tidak hanya mengajarkan membaca shalawat, tetapi juga memberikan pemahaman keilmuan yang luas kepada para santri. Buya Subki ingin santri-santrinya memahami lingkungan sekitar dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Saya membina anak-anak di sini untuk mencintai kebinekaan, kerukunan, keragaman, dan mencintai bangsa ini Karena santri Nurul Madinah menjunjung tinggi spirit keagamaan, kebudayaan, dan kebangsaannya. Orang seperti inilah yang dibutuhkan ke depan, ” Jelasnya (21/2/2025).

Peraturan di pondok adalah larangan membawa handphone. Santri yang melanggar akan dikenakan denda sebesar 200 ribu rupiah. Peraturan ini bertujuan agar santri lebih fokus pada pengembangan diri dan ilmu pengetahuan.

” Adapun Kegiatan Tahfiz Al-Qur’an sore hari murajaah malam hari sesuai jadwal, pelatihan bahasa Arab inggris jam 9.30 malam sesuai jadwal, Santri SMKnya ditugaskan PKL praktek kerja lapangan sesuai jurusannya jurusan perhotelan di beberapa hotel, jurusan asisten keperawatan di beberapa rumah sakit dan jurusan komunikasi visual di beberapa kantor dinas. Alumni alumni sudah banyak yang jadi orang sukses, tegasnya

Keunggulan lain dari Ponpes Nurul Madinah adalah fokus pada kajian keislaman yang mendalam. Setiap siswa diwajibkan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan saat proses belajar mengajar untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan merangsang pemikiran kritis santri.

“kita bina di pondok adalah mental, kepribadian, keberanian memancing untuk mengeluarkan pendapatnya agar tidak malu dan kaku saya memuji kalau dia bertanya menjelaskan yang ada di kitab agar kecakapannya bisa terlatih. Bahkan kita berikan kuis, kita berikan hadiah biar anak-anak semangat.

Ponpes Nurul Madinah memiliki kriteria penerimaan siswa baru yang sederhana. Buya Subki mengatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan latar belakang siswa karena Sekolah yang hebat mampu merubah dari orang bodoh menjadi pintar, dari nakal menjadi orang baik, orang – menjadi +,” kata Buya Subki.

Kita juga memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran, keperawatan, atau perhotelan. Pondok ini juga bersinergi dengan berbagai kampus untuk memberikan kesempatan praktik kerja bagi para santri.

Untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan diri santri, Ponpes Nurul Madinah memiliki pelatih-pelatih yang berkualitas. Bahkan, beberapa di antaranya telah berhasil mencetak santri-santri yang berprestasi di tingkat nasional.

” bidang ekstrakurikuler, pencak silat Merpati Putih menjadi salah satu yang diunggulkan. Bahkan, santri Nurul Madinah pernah meraih juara 2 tingkat provinsi dan berpartisipasi di tingkat nasional, “cetusnya

Buya Subki berharap agar santri Nurul Madinah dapat menjadi generasi yang menjunjung tinggi spirit keagamaan, kebangsaan, dan kebudayaan, memelihara nilai-nilai luhur bangsa, serta mampu berbagi dan mengasihi sesama, meskipun berbeda keyakinan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses