
Batang,medianasional.id
Ironis pembangunan Rabat Beton di dukuh Pretek RT.01 /RW.02 . RT.03 / RT.02 Desa Pretek Kecamatan Pecalungan, dengan volumme P : 488 M, L : 2,5 M Anggaran Rp.219.924.200 bersumber dari dana Desa th. 2022 patut di soroti, pasalnya bangunan tersebut baru selesai belum genap 6 bulan, namun sudah nampak retak – retak dan rusak parah, hal ini tentunya menuai banyak pertanyaan bagi awak media.
Untuk menguak persoalan tersebut, tepatnya Senin 12 Desember 2022, tim awak media mendatangi lokasi pembangunan rabat beton, benar saja dilokasi tersebut terlihat bangunan yang belum genap 6 bulan, namun nampak mengalami keretakan fatal.

Saat dikonfirmasi lewat pesan Whasthap Sekdes Pretek Syair menuturkan dalam pesan pendeknya, kalau pihak media ingin konfirmasi dengan dirinya, bisa pada hari Senin tanggal 19 Desember, dikarena pada keterangan pesan Whatsap Syair menuturkan masih mengikuti Bimtek, selanjutnya Syair mengirimkan nomor kontak pelaksana Saudara Taari, agar rekan media dapat kontak langsung ke pelaksana.
Atas petunjuk Syair, awak media mencoba konfirmasi lewat pesan whatshap, dalam pesannya Taari menjelaskan, bahwa kerusakan pembangunan rabat beton tersebut, dikarenakan warganya kurang sabar, belum kering namun sudah di lewati motor warga setempat, dan Taari juga menyampaikan dalam pesan whatshap sudah terima jadi gak apa apa, semua aman dan kondusip,”mengutip pesan Taari dalam pesan whatsapnya.

Dalam keterangan salah satu perangkat desa, meminta agar awak media dapat konfirmasi langsung ke TPK dengan saudara Taari, selanjutnya tepatnya Kamis, 22 Desember awak media bertemu Taari, dalam keteranganya Taari menjelaskan,”Yang perlu disalahkan pak Gondo yang membuat RAB, sekarang kalau RAB nya K. 175, sehingga Saya hanya menjalankan sesuai RAB dan sehingga Saya menggunakan K.175, dan kecuali apabila RAB nya K.300 dan Saya menggunakan K.175 berarti itu Saya salah,”terang Taari kepada awak media.
Karena di RAB nya K.175 ya kita gunakan K.175, padahal K.175 itu bukan layaknya untuk jalan, tapi harusnya untuk dasaran jalan, seandainya baru satu, dua minggu sudah brodol ya wajar, karena menggunakan K.175, sedangkan pelaksana saudara Eko dari PT. Ning Sri menuturkan akan tanggung jawab mengenai kerusakan dan keretakan mengenai jalan Beton tersebut,”ucap Taari
” Lebih lanjut Taari menjelaskan PT. Ning Sri sudah mengakui kesalahannya, dan selanjutnya sudah langsung melakukan perbaikan,”jelas Taari.
Namun seketika ditanya awak media, terkait persoalan kenapa bangunan Beton yang usianya belum genap 6 bulan sudah rusak, padahal Taari menjelaskan PT. Ning Sri sudah melakukan perbaikan, dalam keterangnya Taari menyampaikan ya wajar karena cornya menggunakan K.175, yang seharusnya digunakan untuk dasaran, bukan lumrahnya untuk jalan,”beber Taari. ($Io)






