Pj Kepala Desa Pematang Pauh Tolak Kehadiran Tambang Emas Ilegal Jika Ada di Wilayahnya

Merangin415 Dilihat

Merangin, Medianasional.id – Tamrin Pejabat (Pj) Kepala Desa Pematang Pauh Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin menolak kehadiran aktivitas tambang emas ilegal di wilayahnya, apabila ada karena mencemari lingkungan.

“Jika ada disini (tambang emas ilegal) siapa pemilik tambang itu dan siapa yang izinkan mereka melakukan aktifitas tambang ilegal di wilayah ini,” ungkap Tamrin.

“Lokasi tambang tersebut sangat jauh dari wilayah Desa Pematang Pauh dan saya juga kecewa terhadap pemberitaan yang mengatakan saya membawa 12 alat berat, saya siap menjawab semua pertanyaan itu dan ada yang mengatakan saya mengawal 12 alat berat. Ayo kita buktikan siapa yang benar dan siapa yang salah terhadap alat berat itu,” ucapnya.

Pj Kades Pematang Pauh Tamrin sepakat menolak aktivitas tambang emas ilegal di wilayahnya karena merusak lingkungan dan mencemarkan air sungai yang menjadi sumber kebutuhan hidup warga.

“Kehadiran aktivitas penambangan emas ilegal yang saya ketahui di Sungai batang asai kecil, sungai duo dan sungai mantung akan merubah kualitas warna air yang dulunya sangat jernih, kini menjadi keruh dan kotor. Padahal kebutuhan air penduduk setempat sangat bergantung pada air sungai. Sekedar diketahui, desa yang kena imbas buruk atas kehadiran tambang emas ilegal di wilayah ini semuanya bermuara ke batang hari mengalir ke pusat Ibukota Provinsi Jambi,” ungkapnya.

Ia khawatir, karena aktifitas tambang ilegal ini sudah menggunakan peralatan berat seperti eskavator, penambang menggali dan mengolah material tanah kemudian membuang limbahnya langsung ke sungai. Cara kerja seperti ini sangat mengancam dan membahayakan kehidupan warga,” katanya.

Para Kepala Desa dan warga berharap aparat penegak hukum dapat segera mengambil sikap tegas dan menindak para pelaku agar kualitas air sungai bisa kembali seperti sedia kala sehingga layak dikonsumsi kembali.

“Kalau pun pengelola tambang emas ilegal ini ada yang melindungi, tapi warga mohon aparat dan pemerintah bisa mengambil sikap tegas dengan menutup kegiatan ini untuk melindungi sungai sebagai sumber kebutuhan hidup warga,” pinta warga masyarakat terutama desa yang di pinggiran sungai tembesi.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses