Pilkada NTB Memanas, Jubir Paslon Ahyar-Mori Dinilai Kalap

Ahmad, sekretaris tim pemenangan Paslon Suhaili-Amin.

Mataram, redaksimedinas.com – Statement Suaib Qury juru bicara Paslon Gubernur-Wakil Gubernur NTB Ahyar Abduh-Mori Hanafi (Aman) yang menyentil Paslon Suhaili-Amin mundur sebelum bertarung adalah pernyataan kalap dan cenderung ditanggapi sekretaris tim pemenangan Paslon Suhaili-Amin Ahmad sebagai pernyataan paling ngawur.

Sebagaimana diketahui pernyataan tersebut dimuat luas di media cetak dan online paska acara Deklarasi Tolak Politik Uang yang diadakan oleh Bawaslu NTB.

“Dalam hemat kami, semua calon mempunyai komitmen yang kuat soal menolak politik uang ini, bahwa dalam kerangka memajukan demokrasi dan menyukseskan pilkada yang bermartabat maka semua pihak harus memegang teguh komitmen itu,” terang Ahmad dalam siaran persnya diterima redaksimedinas.com Jumat (16/2) di Mataram, NTB.

Ahmad menambahkan, sebagai partai modern, NasDem sendiri mempelopori politik non transaksional. Sehingga dalam koalisi Golkar, NasDem dan PKB sangat mensyaratkan hal tersebut.

Dua hari paska penetapan nomor pasangan calon, masa kampanye telah dimulai sampai H -3 hari pencoblosan. “Jadi, pernyataan jubir Ahyar-Mori itu sangat tidak produktif dan bisa menimbulkan sentimen negatif terhadap Tim Pemenangan calon lain,” ujar Ahmad.

Terkait solidnya partai koalisi, Ahmad menegaskan bahwa koalisi ramping Suhaili Amin adalah koalisi paling solid. Seluruh unsur pemenangan tiap zona berkoordinasi berjenjang dan terarah. Pernyataan Suaib Qury bahwa PKB secara individuil banyak anggotanya menyebrang dan memilih Ahyar Mori tidak bisa ditelan mentah-mentah. “Pernyataan itu berbahaya, karena itu provokatif dan takutnya bisa menyulut hal yang tidak perlu selama proses pilkada,” tambahnya.

“Seharusnya jubir itu perbanyak baca buku bagaimana komunikasi yang baik, jangan serampangan, paling pokok dia harus bongkar PKPU itu supaya dia punya bahan belajar yang lain. Ingat, 4 bulan masa kampanye kedepan, rakyat akan banyak menilai”, pungkas Ahmad. (hrw)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses