Picu Kontroversi Pemasangan Banner Protes, Warga Desa Benda Gelar Dialog 

Brebes, Jawa Tengah1117 Dilihat

Brebes, medianasional.id | Warga Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes menggelar pertemuan dialog antara pemerintah desa dan perwakilan AMPD di Gedung Pertemuan Rizky Jaya, Desa Benda. Senin (4/11/2024).

Pertemuan dialog antara pemerintah desa dan perwakilan AMPD ini terkait pemasangan banner protes yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Desa (AMPD) di Desa Benda yang memicu kontroversi di kalangan masyarakat.

Banner yang dipasang dibeberapa titik, berisi surat terbuka tentang kinerja pemerintah desa, menciptakan perdebatan antara warga yang mendukung dan yang menolak aksi tersebut.

Menanggapi situasi yang memanas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat mengambil langkah inisiatif dengan menggelar pertemuan dialog antara pemerintah desa dan perwakilan AMPD.

Gus Imad, Ketua AMPD, dalam dialog tersebut menjelaskan bahwa pemasangan banner tersebut bertujuan murni untuk kebaikan bersama.

“Kami ingin menegaskan bahwa ini adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat secara terbuka,” ujar Gus Imad.

Ia menambahkan bahwa protes ini ditujukan sebagai pengingat bagi pemerintah desa, terutama terkait penggunaan anggaran dan tata kelola desa yang transparan.

“Kami merasa malu karena permasalahan di desa ini sudah sampai terdengar di tingkat pusat,” lanjutnya.

Desa Benda sendiri dikenal memiliki reputasi yang baik karena dihuni banyak tokoh agama dan dua pondok pesantren besar yang dihormati.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Desa Benda, Baitsul Amri, menyatakan bahwa salah satu poin utama yang disoroti dalam protes adalah pemerataan pembangunan dan transparansi penggunaan anggaran desa.

Ia mengakui adanya kekurangan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Kami memang masih memiliki keterbatasan dalam media publikasi sehingga transparansi belum sepenuhnya tercapai, namun kami sudah berupaya,” ungkap Baitsul.

Menurutnya, program pembangunan desa dilaksanakan secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada.

Ia juga menegaskan bahwa program-program yang belum terealisasi akan dimasukkan dalam rencana pembangunan pada anggaran tahun berikutnya.

Camat Sirampog, Slamet Budi Raharjo, yang turut hadir dalam dialog tersebut, menekankan bahwa komunikasi antara pemerintah dan warga sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman.

“Komunikasi yang efektif dapat mencegah hal-hal negatif, termasuk misinformasi,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa masalah di Desa Benda adalah tanggung jawab bersama.

“Kemajuan Desa Benda berarti juga kemajuan bagi seluruh kecamatan,” tambahnya.

Acara dialog yang dihadiri puluhan warga dan perwakilan pemerintah desa itu berlangsung cukup konstruktif.

Meski diskusi sempat berjalan alot di beberapa bagian, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk memperkuat saluran komunikasi dan transparansi.

Pemerintah desa berkomitmen untuk lebih terbuka dalam menyampaikan informasi terkait anggaran dan pembangunan, sementara warga diharapkan dapat menyampaikan kritik dan saran melalui jalur yang lebih terstruktur.

Dengan diadakannya dialog ini, diharapkan kedepannya komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat Desa Benda akan semakin baik

Inisiatif ini menunjukkan bahwa aspirasi warga, meski disampaikan dengan cara yang menimbulkan polemik, tetap mendapatkan perhatian dan dapat menjadi momentum untuk perbaikan bersama.

Pertemuan dialog ini dihadiri oleh Forkompincam Sirampog, BPD Desa Benda, Kepala Desa Benda, Perangkat Desa Benda, Pengurus AMPD Desa Benda, Ketua RW dan RT Desa Benda, Ketua Jam’iyah Tahlil Desa Benda, Pengurus BUMDES, Pengurus KPMD, Pengurus TP PKK, Pengurus GARANSI Desa Benda, dan Linmas Desa Benda. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses